Audit Petral Buktikan Mafia Migas? Menteri ESDM: Tadinya Cuma Rumor

Audit Petral Buktikan Mafia Migas? Menteri ESDM: Tadinya Cuma Rumor

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 20:08 WIB
Audit Petral Buktikan Mafia Migas? Menteri ESDM: Tadinya Cuma Rumor
Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan hasil audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) menjadi bukti soal dugaan keberadan mafia migas. Sudirman menegaskan sebelum adanya audit Petral, masalah isu mafia migas hanya sebatas rumor atau hanya jadi obrolan warung kopi yang belum ada buktinya, kini justru sebaliknya.

"Saya sudah mengatakan bahwa audit ini sebetulnya menjadi pembuktian, yang tadinya rumor, yang tadinya omongan di warung kopi sekarang menjadi dokumen yang dihasilkan dengan metode profesional yang bisa dipertanggungjawabkan," tegas Sudirman Said di Istana Negara, Jumat (13/11/2015).

Ia mengatakan masalah mafia migas sudah menjadi pembicaraan umum banyak orang. Ia berjanji pada waktunya akan menjelaskan secara detil hasil audit Petral, yang mungkin sebagian orang sudah tahu hasil akhirnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bedanya dulu kan cuma jadi omongan di belakang, tapi sekarang sudah ada pembuktiannya," kata Sudirman.

Sudirman menambahkan belum bisa menjelaskan soal besaran kerugian negara dari permainan sektor migas di Petral selama ini.

"Pasti nanti akan dihitung. Jadi audit kemarin kan tidak dimaksudkan menghitung kerugian negaranya. Jadi nanti umpamanya sudah sampai ke KPK pasti KPK akan melakukan perhitungan," katanya.

Ia mengatakan proses audit bisnis Petral untuk periode 1 Januari 2012-31 Mei 2015 atau lebih dari 3 tahun sudah bisa merekam sebuah sistem bekerja. Dari hasil audit itu, laporannya ada penyimpangan yang perlu ditindaklanjuti.

"Yang penting ada spot dan suatu waktu ada penyimpangan dan dari situ dianalisis ke tahap berikutnya," katanya.

Sudirman kembali menegaskan bahwa sikap Presiden Jokowi sudah jelas dan tegas, apabila ada penyimpangan maka dibawa ke ranah hukum. "Presiden sejak dulu konsisten, perbaiki internal Pertamina, dan kemudian kalau ada potensi pelanggaran hukum bawalah ke penegak hukum," katanya.

(hen/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads