"Oh iya (mahal), karena kita mesti impor mesti biayanya menjadi mahal," ungkap Direktur Utama Pertamina persero Dwi Soetjipto diKantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12/2015)
Dwi lebih menginginkan, agar pembangunan kilang minyak dipercepat sesuai dengan arahan pemerintahan sekarang. Kemudian mendorong pengolahan minyak dilakukan di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampaknya, kata Dwi ke depan akan cukup besar. Terutama ketika dua kilang baru, yakni di Tuban, Jawa Timur dan Bontang, Kalimantan Timur bisa beroperasi pada 2019. Kebutuhan BBM di dalam negeri bisa terpenuhi.
"Kalau masa lalu kita selalu bilang bahwa kilang kita tidak efisien maka kita lebih baik impor saja, tapi sekarang kita malah sudah tidak mempermasalahkan, kita impor apa perlu, kita kilang sudah bisa bersaing dengan landed price dari impor," kata Dwi.
(mkl/rrd)











































