Tak Bangun Kilang Minyak Baru, Penyebab Harga BBM di RI Mahal

Tak Bangun Kilang Minyak Baru, Penyebab Harga BBM di RI Mahal

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 03 Des 2015 18:22 WIB
Tak Bangun Kilang Minyak Baru, Penyebab Harga BBM di RI Mahal
Jakarta - Tidak adanya pembangunan kilang minyak baru selama 20 tahun lebih, menjadi salah satu penyebab mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia bila dibandingkan dengan negara tetangga. Karena sebagian besar BBM di Indonesia mengandalkan pasokan dari impor.

"Oh iya (mahal), karena kita mesti impor mesti biayanya menjadi mahal," ungkap Direktur Utama Pertamina persero Dwi Soetjipto diKantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12/2015)

Dwi lebih menginginkan, agar pembangunan kilang minyak dipercepat sesuai dengan arahan pemerintahan sekarang. Kemudian mendorong pengolahan minyak dilakukan di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kilang di sini dan bisa memanfaatkan crude dalam negeri semaksimal mungkin, saya yakin harga bisa ditekan, contoh saja harga dalam 2015 ini kita sudah bisa menurunkan biaya produksi kilang kita dari tadinya sekitar 112% dari MOPS (Mean of Plats Singapore) , sekarang sudah bisa 103% dari MOPS, dan bisa bersaing dengan impor," paparnya.

Dampaknya, kata Dwi ke depan akan cukup besar. Terutama ketika dua kilang baru, yakni di Tuban, Jawa Timur dan Bontang, Kalimantan Timur bisa beroperasi pada 2019. Kebutuhan BBM di dalam negeri bisa terpenuhi.

"Kalau masa lalu kita selalu bilang bahwa kilang kita tidak efisien maka kita lebih baik impor saja, tapi sekarang kita malah sudah tidak mempermasalahkan, kita impor apa perlu, kita kilang sudah bisa bersaing dengan landed price dari impor," kata Dwi.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads