Harga Minyak RI Turun 5,4%

Harga Minyak RI Turun 5,4%

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2015 11:12 WIB
Harga Minyak RI Turun 5,4%
Foto: Reuters
Jakarta - Harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) untuk November 2015, berdasarkan perhitungan Formula ICP turun 5,4% jadi US$ 41,44 per barel dari bulan sebelumnya US$ 43,68 per barel.

Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, yang dikutip Sabtu (5/12/2015), penurunan ini sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional.

Turunnya harga minyak di pasar internasional diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA), stok minyak mentah komersial negara-negara OECD meningkat 13,8 juta barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, berdasarkan Energy Information Administration (EIA), produksi minyak mentah Amerika Serikat meningkat dibandingkan Oktober dengan rata-rata 57 ribu barel per hari menjadi 9,173 juta barel per hari.

Faktor lainnya, berdasarkan publikasi IEA, aktifitas kilang dunia menurun sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 78,2 juta barel per hari dan peningkatan stok Crude, Gasoline dan Distillates di Amerika Serikat di November 2015 dibandingkan Oktober 2015 sebagai berikut:

  • Stok Crude Oil naik sebesar 5,4 juta barel dari 482,8 juta barel menjadi 488,2 juta barel.
  • Stok Gasoline naik sebesar 1,4 juta barel dari 215,3 juta barel menjadi 216,7 juta barel.
  • Stok Distillates naik sebesar 0,6 juta barel dari 140,8 juta barel menjadi 141,4 juta barel.
Selain itu, berdasarkan US Dollar Index DXY, mata uang US$ menguat 3,19 poin dibandingkan Oktober 2015 menjadi 100,21 dan Pemerintah Rusia mengisyaratkan untuk memberikan diskon kepada pembeli Minyak Mentah Urals sebagai upaya untuk mempertahankan market share di Eropa.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan November 2015 dibandingkan bulan Oktober 2015 sebagai berikut :

  • WTI (Nymex) turun sebesar US$ 3,37 per barel dari US$ 46,29 per barel menjadi US$42,92 per barel.
  • Brent (ICE) turun sebesar US$ 3,36 per barel dari US$ 49,29 per barel menjadi US$ 45.93 per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar US$ 4,40 per barel dari 45,09 per barel menjadi US$ 40,62 per barel.
Seperti diketahui, ICP salah satunya digunakan sebagai dasar perhitungan tarif listrik golongan adjustment, bila ICP turun, maka tarif listrik pada Januari kemungkinan besar akan ikut turun. Dalam perhitungan tarif listrik, selain ICP, indikator lainnya yang digunakan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta inflasi bulanan.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads