Listrik di Jakarta Mulai Rawan Padam, Ini Penjelasan PLN

Listrik di Jakarta Mulai Rawan Padam, Ini Penjelasan PLN

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 07 Des 2015 18:05 WIB
Listrik di Jakarta Mulai Rawan Padam, Ini Penjelasan PLN
Jakarta - Kemarin, sejumlah wilayah di DKI Jakarta mengalami pemadaman listrik, hujan lebat dan terjadi sore hari, membuat sejumlah ruas jalan macet karena lampu lalu lintas padam. PT PLN (Persero) mengakui sejumlah infrastruktur listrik kelebihan kapasitas dan selama 6-7 tahun tidak diperbaiki.

Apakah ini menandakan kondisi listrik di Jakata mulai rawan pemadaman?

Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto menjelaskan, PLN terus meningkatkan keandalan pasokan listrik termasuk di DKI Jakarta. Namun, ia mengakui, sejumlah infrastruktur listrik di Jakarta sudah kelebihan kapasitas, salah satunya kondisi trafo-trafo listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Infrastruktur listrik seperti trafo kapasitas idealnya dapat mampu menahan beban 70% itu ideal, namun saat ini trafo-trafo di Jakarta sudah menahan beban 75% sampai 85% bahkan 95%. Ini cukup merisaukan," katanya.

Terkait pemadaman kemarin, Bambang menjelaskan, bila hal tersebut karena ada gangguan di Gardu Induk Gandul yang berimbas pada terhentinya pasokan listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang.

"Terkait kejadian kemarin, ada kendala teknis, tapi kami terus meningkatkan pelayanan, sehingga kejadian tersebut ke depannya bisa diantisipasi," ujarnya.

Seperti diketahui, pemadaman listrik di Jakarta kemarin terjadi akibat adanya gangguan Interbus Transformer (IBT) I Gandul beberapa daerah mengalami pemutusan aliran listrik.

Pemadaman listrik dialami beberapa daerah meliputi Senayan, Gandul, Petukangan, Pondok Indah, Angke, Muarakarang, Cengkareng, Kembangan, Danayasa, Kebun Jeruk, Duri Kosambi, Bintaro, Kebun Sirih, Ciputra, Agp, Ciputra, Budi Kemuliaan, Ketapang, Grogol, Karet Baru.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengungkapan, infrastruktur kelistrikan di Jabodetabek perlu diperbaiki, karena sudah ada yang overload, seperti gardu induk, trafo dan lainnya.

"Kondisi ini sudah lama terjadi, 6-7 tahun lalu seharusnya ada perbaikan. Selama ini kenapa tidak diperbaiki, tidak diupgrade, tidak ditambah, karena kesulitan dalam rangka pembahasan lahan, maupun menarik kabel transmisi di atas perumahan di Jakarta," kata Sofyan ditemui di Istana Negara, Senin (7/12/2015).

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads