Pengadaan 5 unit kapal pembangkit listrik ini bertujuan sebagai jembatan program pembangkit listrik 35.000 MW. Selama proses perencanaan hingga pengoperasian proyek 35.000 mw yang memakan waktu, Sofyan mengaku ada defisit listrik di beberapa daerah yang harus diselesaikan dalam jangka pendek. Hal ini menjadi alasan PLN menyewa kapal pembangkit listrik untuk menutup defisit listrik di berbagai daerah.
"35.000 MW perlu waktu agar bisa produksi listrik. Kami upaya penuhi maka sebagai jembatan, kita siapkan sebelum listrik 35.000 mw berproduksi. Dalam 3-5 tahun, kita operasikan pembangkit listrik di atas kapal," kata Sofyan di depan Presiden Jokowi saat acara pelepasan dan peninjauan Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan di IPC Car Terminal, Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kapasitas 120 MW (per kapal). Kapal ini akan diberangkatkan ke Amurang. Listrik akan dipasok melalui transmisi 150 KV. Ini bisa mengatasi defisit listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Daftar tunggu pemasangan listrik juga dapat dilayani," tambahnya.
Usai pemaparan oleh Sofyan secara singkat. Panitia mengarahkan Jokowi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said dan Direksi PLN menuju ke atas kapal pembangkit untuk melakukan peninjauan.
(feb/hen)











































