ESDM Target Bangun PLTS 5.000 MW Hingga Tahun 2019

ESDM Target Bangun PLTS 5.000 MW Hingga Tahun 2019

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 22 Des 2015 17:23 WIB
ESDM Target Bangun PLTS 5.000 MW Hingga Tahun 2019
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menargetkan akan terbangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 5.000 megawatt (MW) hingga 2019.

"Program energi surya target 5 gigawatt (5.000 MW), akhir tahun 2019 harus selesai. Sumber pendanaan ada 3 sumber pendanaan," ungkap William Sabandar, Ketua Tim Percepatan Energi Baru Terbarukan, Kementerian ESDM, saat konferensi pers, di kantor Ditjen Ketenegalistrikan, Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Sumber pendanaan pertama, kata William, berasal dari dana yang dihimpun dari institusi keuangan non bank (IKNB) seperti dana pensiun, asuransi, dan jaminan hari tua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pendanaan di bawah kordinasi OJK. Mereka menyiapkan anggaran yang dikumpulkan dari dana-dana non sektor bank yang akan dipakai untuk kegiatan untuk renewable energi. Jadi ada kerja sama ESDM dengan OJK untuk menfasilitasi pendanaan sektor energi terbarukan," terangnya.

William melanjutkan, sumber pendanaan kedua berasal berasal dari investor asing. Dia mengungkapkan, saat ini banyak investor asing yang memang sengaja mengincar investasi di sektor pembangkit yang ramah lingkungan.

"Dana investasi ini akan datang dari pemain-pemain investor luar negeri. Dana investasi sektor energi jumlahnya sangat banyak, sampai US$ 5 triliun dalam 10 tahun ke depan. Dengan 60-70% itu masuk di sektor energi listrik, jangan sampai kits tak manfaatkan itu," jelasnya.

Sementara sumber pendanaan terakhir berasal dari postur APBN. Kendati demikian, ujar William, dana APBN hanya akan dipakai sebagai insentif saja, seperti penjamin, dan pembangunan infrastruktur pendukung.

"Dana APBN itu adalah dana yang memberikan facility fund, karena APBN kita kecil sekali. Dana investasinya dari yang difasilitasi oleh OJK dan dana investasi dari luar yang akan menjadi prime mover pendanaan program 5 GW," tutupnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads