Pemerintah tengah berupaya untuk bisa mengaliri listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan daerah Timor Leste. Selama ini, daerah ini memang minim pasokan listik.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji untuk bisa mendatangkan kapal pembangkit listrik raksasa (genset raksasa) untuk mencukupi kebutuhan listrik 60 Mega Watt (MW) di wilayah tersebut.
"NTT juga sama, listriknya sangat kurang. Di NTT nomor 2 dari bawah kecukupannya. Jadi sangat jauh dari cukup dibandingkan provinsi lain. Maka kemarin kita buka lagi PLTS. Karena pembangunannya paling cepat, 9 bulan selesai bisa nambah 5 MW, 5.500 KK. Tapi saya janji dalam 2-3 bulan akan datangkan kapal pembangkit listrik untuk cukupi kebutuhan 60 MW," ucap Jokowi di Belu, NTT, Senin (28/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu dari Turki, saya telepon terus selesainya kapan. Saya tunggu. Harusnya saya ke sini kapalnya sudah merapat. Tapi belum jadi gimana, ya sudah nggak apa-apa, yang penting 2-3 bulan sampai," sebut dia.
Menurut Jokowi, kapal pembangkit listrik tersebut bisa mengatasi kekurangan listrik di NTT dan menutupi kebutuhan masyarakat baik rumah tangga maupun industri.
"Kalau kapal itu merapat itu bisa diselesaikan. Karena baik rumah tangga dan industri, itu bisa tercukupi, nanti anak-anak kita kalau malam hari bisa belajar dengan baik. Paling penting di situ," kata Jokowi.
Di samping itu, Jokowi menyebutkan, pembangunan Waduk Raknamo di NTT juga sedang dikebut. Saat ini, progresnya sudah mencapai 37%. Ditargetkan, waduk ini akan selesai dalam 3 tahun. Ini juga untuk mendorong pasokan listrik di NTT.
"Di Waduk Raknamo di NTT sudah selesai 37%. Mungkin nanti selesainya bareng dengan yang ini, ini maksimum 3 tahun. Janji ini diingat-ingat. Kalau 3 tahun belum selesai, awas. Itu dimanfaatkan betul. Dan produksi, beras, jagung, ketela pohon bisa berkembang dan airnya sudah siap, arus barang akan semakin banyak ke negara tetangga kita," pungkasnya.
(drk/ang)











































