Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said hari ini menyaksikan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) antara SKK Migas dengan Pertamina untuk dua Wilayah Kerja (WK) Offshore North West Java (ONWJ) dan WK Mahakam.
Penandatanganan KKS WK Mahakam dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Mahakam Ida Yusmiati, sedangkan KKS WK ONWJ dilakukan oleh Direktur Utama PHE ONWJ Beni J. Ibradi. Dari pihak pemerintah penandatangan dilakukan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.
Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja, dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM pada 2014 telah menyetujui usulan perpanjangan KKS WK ONWJ yang berlaku sejak 2017. Besaran pemegang saham untuk kontrak KKS existing bagi KKS pasca 18 Januari 2017 masing-masing yaitu PT PHE ONWJ 73,5%, EMP ONWJ Ltd 24% dan KUFPEC Indonesia (ONWJ) BV 2,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah memprioritaskan BUMN dan perusahaan swasta lokal untuk mengelola blok migas di wilayah RI.
"Bagaimana dengan asing? Tetap kita kasih ruang tapi dahulukan lokal. Mahakam akan kita atur tidak sama dengan blok-blok lainnya. Urutannya jelas. Pertamina, atau Pertamina kerjasama dengan exsisting operator atau pemerintah daerah," jelas Sudirman Said.
Menurut Sudirman Said, di tengah kondisi harga minyak terus turun, menjadi tantangan berat bagi perusahaan penjual minyak sekaligus pembuktian pemain yang serius akan bertahan.
"Kita sedang menghadapi tantangan berat, harga minyak terus turun. Kondisi ini kita sedang latih pecundang itu dalam kondisi sulit kabur, pemain serius akan bertahan melatih menata diri. Makin sulit, makin rendah harga minyak, saatnya beres-beres. Kita akan lihat pemain serius. Player yang hidup dalam marjin harga tinggi akan tersingkir," tuturnya.
Blok ONWJ per Januari 2014, cadangan terbuktinya mencapai 73 MSTB (million stock tank barrels) minyak bumi dan 310 BSCF (billion standard cubic feet) gas bumi. Rata-rata produksi WK ONWJ per Juli 2015 mencapai 40.500 BOPD (barrels oil per day) minyak bumi dan 181 MMSCFD.
Pemasukan negara yang diraup dari WK ONWJ yaitu US$ 5 juta dari bonu tanda tangan, US$ 3,5 juta kumilatif produksi 900 MMBO ditambah US$ 1,5 juta kumulatif produksi 500 BSCF dari bonus produksi. Serta minimal komitmen pasti tiga tahun pertama.
Total minimal investasi yang diharapkan pada tiga bulan pertama blok ONWJ mencapai US$ 301,3 juta dengan rincian US$ 143,3 juta pada tahun I, US$ 79 juta pada tahun II dan US$ 79 juta pada tahun III.
Sedangkan WK Mahakam pengelolaan oleh Total E&P Indonesia dan INPEX Corporation akan berakhir pada 31 Desember 2017. Per 1 Januari 2018, pemerintah telah menunjuk PT Pertamina sebagai pengelola WK Mahakam pasca berakhirnya KKS tersebut.
Pemasukan yang diraup negara dari WK Mahakam antara lain US$ 41 juta dari bonus tanta tangan, ditambah bonus meliputi US$ 5 kumulatif produksi 500 MMBOE, US$ 4 juta kumulatif produksi 1.000 MMBOE serta minimal komitmen pasti tiga tahun pertama.
Pemasukan negara dari bonus tanda tangan mencatat nilai tertinggi dalam sejarah minyak dan gas bumi.
Total minimal investasi yang diharapkan tiga tahun pertama untuk Blok Mahakam sebesar US$ 75,3 juta secara berurutan sebesar US$ 1,3 juta, US$ 33,5 juta dan US$ 40,5 juta.











































