Meski demikian, ada dampak positif dari mundurnya musim panen ini. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan, hal ini membuat panen menjadi terbagi, suplai tidak menumpuk di satu waktu seperti saat kondisi normal.
Dengan begitu, harga beras dan gabah di tingkat petani tidak mengalami kejatuhan parah karena suplai lebih seimbang saat panen raya tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski musim panen mundur, Amran menjamin bahwa pasokan beras masih aman di awal 2016 ini. Di Februari nanti, katanya, akan ada panen seluas 1 juta hektare (ha), dengan hasil produksi sekitar 3,5 juta ton beras. Sementara konsumsi beras nasional sekitar 2,67 juta ton per bulan.
"Jadi bukan bahwa ada pergeseran sedikit mundur tanam itu seluruhnya (produksi) menurun. Nanti Februari, 3 minggu lagi panen kurang lebih 1 juta hektare. Katakanlah (produktivitas per hektar) 6 (ton), berarti ada 6 juta ton GKG (Gabah Kering Giling) di Februari. Sabar menunggu saja," ucapnya.
Selain itu, Perum Bulog masih memiliki stok sebanyak 1,2 juta ton. Dengan perhitungan kebutuhan penyaluran per bulan sebanyak 250.000 ton, maka stok Bulog masih aman sampai hampir 5 bulan ke depan.
"Kan masih ada stok Bulog 1,2 juta ton," pungkasnya.
(rrd/rrd)











































