Panen Raya Padi Tahun Ini Diprediksi Molor

Panen Raya Padi Tahun Ini Diprediksi Molor

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2016 12:45 WIB
Panen Raya Padi Tahun Ini Diprediksi Molor
Jakarta - Akibat serangan El Nino pada 2015 lalu, musim tanam padi Oktober 2015 hingga Maret 2016 mundur 1 bulan. Panen raya padi yang biasanya jatuh pada Maret-April pun ikut mundur 1 bulan di 2016 ini.

Meski demikian, ada dampak positif dari mundurnya musim panen ini. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan, hal ini membuat panen menjadi terbagi, suplai tidak menumpuk di satu waktu seperti saat kondisi normal.

Dengan begitu, harga ‎beras dan gabah di tingkat petani tidak mengalami kejatuhan parah karena suplai lebih seimbang saat panen raya tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Panen memang sedikit agak mundur. Tapi ini bagus, ada hikmahnya. Kenapa tidak sekaligus panen? Kalau sekaligus panen, harganya jatuh," kata Amran saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

‎Meski musim panen mundur, Amran menjamin bahwa pasokan beras masih aman di awal 2016 ini. Di Februari nanti, katanya, akan ada panen seluas 1 juta hektare (ha), dengan hasil produksi sekitar 3,5 juta ton beras. Sementara konsumsi beras nasional sekitar 2,67 juta ton per bulan.

"Jadi bukan bahwa ada pergeseran sedikit mundur tanam itu seluruhnya (produksi) menurun. Nanti Februari, 3 minggu lagi panen kurang lebih 1 juta hektare. Katakanlah (produktivitas per hektar) 6 (ton), berarti ada 6 juta ton GKG (Gabah Kering Giling) di Februari. Sabar menunggu saja," ucapnya.

‎Selain itu, Perum Bulog masih memiliki stok sebanyak 1,2 juta ton. Dengan perhitungan kebutuhan penyaluran per bulan sebanyak 250.000 ton, maka stok Bulog masih aman sampai hampir 5 bulan ke depan.

"Kan masih ada stok‎ Bulog 1,2 juta ton," pungkasnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads