Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menilai, penurunan harga energi tersebut bisa membantu industri kembali tumbuh dan meningkatkan daya saing biaya energi di Indonesia. Namun, satu lagi energi yang belum turun, yakni harga gas bumi.
"Salah satu langkah agar industri ini bisa tumbuh yang memengaruhi tentu dari biaya energi. Lalu biaya logistik dan bunga bank. Dengan diturunkannya harga BBM dan LPG serta listrik, membuat kita makin kompetitif karena kita sudah bersaing dengan negara di ASEAN," kata Saleh, ditemui usai Rapat Pimpinan di Kementerian Perindustrian, Rabu (6/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investor bisa berlomba-lomba untuk masuk. Contoh kawasan industri bintuni itu tertahan. Salah satu hambatannya masih belum ketemu adalah harga gas. Kami akan terus koordinasi untuk mendapatkan titik temu agar pembangunan pabrik petrokimia di Bintuni bisa terbangun. Investasinya sangat-sangat besar. Investasinya US$ 10-15 miliar," kata Saleh.
Saleh mengatakan, hambatan mengenai biaya energi seperti di Bintuni semestinya bisa diatasi oleh pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian.
"Kita harus koordinasi dengan kementerian lain. Mungkin dengan SKK Migas, Pertamina dan BUMN agar energi tidak lagi jadi komoditas tetapi menjadi penggerak ekonomi juga," ujar Saleh.
(rrd/rrd)











































