Tarif Listrik Hingga Elpiji Turun, Menperin: Yang Belum Harga Gas Bumi

Tarif Listrik Hingga Elpiji Turun, Menperin: Yang Belum Harga Gas Bumi

Lani Pujiastuti - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2016 19:05 WIB
Tarif Listrik Hingga Elpiji Turun, Menperin: Yang Belum Harga Gas Bumi
Jakarta - Di awal tahun 2016 pemerintah mengumumkan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium, tarif listrik hingga harga elpiji.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menilai, penurunan harga energi tersebut bisa membantu industri kembali tumbuh dan meningkatkan daya saing biaya energi di Indonesia. Namun, satu lagi energi yang belum turun, yakni harga gas bumi.

"Salah satu langkah agar industri ini bisa tumbuh yang memengaruhi tentu dari biaya energi. Lalu biaya logistik dan bunga bank. Dengan diturunkannya harga BBM dan LPG serta listrik, membuat kita makin kompetitif karena kita sudah bersaing dengan negara di ASEAN," kata Saleh, ditemui usai Rapat Pimpinan di Kementerian Perindustrian, Rabu (6/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Saleh, harga BBM, listrik dan gas yang turun bisa turut menggairahkan investasi industri baru di Indonesia. Ia mencontohkan, salah satu investasi pembangunan pabrik petrokimia senilai US$ 10-15 miliar, di kawasan industri yang dibentuk pemerintah tertahan karena hambatan harga gas yang tidak kompetitif belum teratasi.

"Investor bisa berlomba-lomba untuk masuk. Contoh kawasan industri bintuni itu tertahan. Salah satu hambatannya masih belum ketemu adalah harga gas. Kami akan terus koordinasi untuk mendapatkan titik temu agar pembangunan pabrik petrokimia di Bintuni bisa terbangun. Investasinya sangat-sangat besar. Investasinya US$ 10-15 miliar," kata Saleh.

Saleh mengatakan, hambatan mengenai biaya energi seperti di Bintuni semestinya bisa diatasi oleh pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian.

"Kita harus koordinasi dengan kementerian lain. Mungkin dengan SKK Migas, Pertamina dan BUMN agar energi tidak lagi jadi komoditas tetapi menjadi penggerak ekonomi juga," ujar Saleh.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads