Harga Avtur RI Lebih Mahal dari Singapura, Pertamina: Itu Normal

Harga Avtur RI Lebih Mahal dari Singapura, Pertamina: Itu Normal

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2016 19:56 WIB
Harga Avtur RI Lebih Mahal dari Singapura, Pertamina: Itu Normal
Jakarta - Maskapai penerbangan kembali mengeluhkan masih mahalnya harga bahan bakar pesawat alias avtur 7%-8% dibanding di Singapura. Menurut PT Pertamina (Persero), selisih 8% tersebut merupakan hal yang wajar.

"Avtur kita lebih mahal 7% dengan Singapura itu sih normal," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, kepada detikFinance, Jumat (8/1/2016).

Bambang menjelaskan, lebih mahalnya 7% harga avtur di Indonesia dibanding Singapura, disebabkan beberapa faktor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, biaya transportasi (pengiriman) avtur dari kilang atau impor ke bandara. Kedua, skala bisnis atau volume penjualan avtur yang jauh lebih banyak di Bandara Changi, Singapura, dibanding di Bandara Soekarno-Hatta, sehingga biaya per liter bisa lebih murah.

Ketiga, di Indonesia banyak 'pungutan', mulai dari PPN hingga biaya sewa peralatan dari pengelola bandara.

"Nggak mungkin harga kita sama dengan Singapura, selama kilang kita juga belum secanggih Singapura. Posisi kilang kita tidak berdiri di sebelah bandara, volume penjualan belum sebesar Changi, serta masih kena pungutan," ungkap Bambang.

Ia menambahkan, karena sulit menandingi harga avtur di Singapura, Pertamina menargetkan harga avtur bisa sejajar dengan harga di Bangkok, Thailand, dan Kuala Lumpur (KL), Malaysia.

"Makanya target kami adalah sejajar KL dan Bangkok, tapi sama Singapura selisihnya hanya sekitar 5-6%. Nanti kalau kilang kita sudah diremajakan semua, beda harga avtur dengan Singapura hanya 3-4% saja. Syukur-syukur bisa hanya beda sekitar 2-3% tergantung kecanggihan kilang nanti, itu pun bila pungutan-pungutan bisa diminimalkan," tutup Bambang.

(rrd/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads