Ketika Ibu Ini Bertemu Sudirman Said di Saumlaki

Membangun Indonesia Timur

Ketika Ibu Ini Bertemu Sudirman Said di Saumlaki

Arifin Asydhad - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2016 15:27 WIB
Ketika Ibu Ini Bertemu Sudirman Said di Saumlaki
Saumlaki - Menteri Energi Sumberdaya Mineral (ESDM), Sudirman Said, memanfaatkan kunjungannya selama dua hari di kawasan Indonesia Timur Jumat lalu. Sudirman meninjau Saumlaki yang berada di Pulau Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Ambon. Aktivitasnya padat. Saat meninjau lahan yang menjadi calon lokasi Logistic Supply Base (LSB) Inpex Masela, seorang ibu dan dua bapak tiba-tiba mendekati pria berkacamata ini.

Pantauan detikcom, ibu dan dua pria paru baya itu sebenarnya sudah menunggu di tepi jalan saat mobil Toyota Kijang yang membawa Sudirman Said melaju ke arah lahan yang terletak di pinggir pantai, tak jauh dari Terminal BBM Pertamina. Baru turun dari mobilnya, Sudirman Said langsung didekati oleh mereka.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oh…ini orangnya. Ya ini, sama seperti di TV," kata ibu itu tergopoh-gopoh menghampiri Sudirman Said. Sudirman dan rombongan yang terkejut dengan kedatangan tiga orang ini tampak bingung atas ucapan ibu itu.

Sudirman kemudian menyalami tamu tak diundang itu. "Ya saya. Ada apa Bu?" tanya Sudirman. "Ini Bapak. Bapak disebut dalam tulisan ini orang yang arogan. Ternyata Bapak tidak seperti yang ditulis ini. Kalau arogan, tidak mungkin mau terima kami," ujar ibu itu. Sudirman dan rombongan tentu saja masih penasaran dengan maksud ibu itu.

Akhirnya ibu itu mengeluarkan sebuah bundel kertas yang berupa print out dari sejumlah media online. Print out itu berisikan berita-berita miring mengenai proyek Blok Masela dan mendiskreditkan Sudirman. Salah satu print out itu bertuliskan kalimat 'Tapi kini rakyat Maluku mulai terusik oleh sikap culas dan arogan Menteri ESDM……'. Kalimat ini diberi garis bawah secara khusus dengan tinta balpoin.



Menurut ibu itu, dia mendapat bundle print out berita-berita miring proyek Blok Masela dua hari sebelum Sudirman Said datang berkunjung. Bundel print out ini disebar oleh sekelompok orang dan ditujukan salah satunya kepada para pemilik lahan di lokasi yang akan dijadikan LSB Inpex Masela. Ibu dan dua bapak yang tergopoh-gopoh datang itu merupakan sebagian pemilik lahan.

"Tulisan di sini fitnah berarti Bapak. Bapak tidak seperti yang ditulis," kata ibu tadi. Sudirman hanya tersenyum saja. Dia kemudian berkeliling di lahan yang sudah disurvei pihak Inpex itu. Ibu dan dua bapak tak diundang itu pun ikut berkeliling.

Usai ikut berkeliling selama 15 menit, ibu dan dua bapak itu pun pamitan dan menyampaikan terima kasih telah bertemu menteri. Dia kemudian meminta foto bersama Sudirman Said. "Ayo sini, ayo sini," pinta Sudirman meminta ketiga tamu tak diundang itu untuk merapat ke dirinya. Jepret! Jepret!

Mereka bertiga sempat menanyakan kepada menteri dan rombongan mengenai kepastian lahan yang akan dipakai Inpex untuk proses pembangunan kilang Blok Masela. Informasi ini mereka perlukan karena hingga saat ini dia belum menjual tanahnya. Dia tidak mau menjual kepada seorang pengusaha yang sudah bergerilya kepada warga-warga pemilik lahan.

Memang, di calon lokasi LSB ini, sebagian lahan sudah dipagari dan diberi batas. Lahan yang sudah dipagari itu milik seorang pengusaha yang baru saja 'hadir' di Saumlaki. Pengusaha ini membeli lahan-lahan milik warga.



"Beberapa waktu lalu dia beli lahan dari warga dengan harga Rp 12.000 per meter persegi. Sepertinya pengusaha ini akan jual lagi tanahnya kalau Inpex jadi membuat LSB di sini, tentu dengan harga yang lebih mahal," kata Wakil Bupati MTB PP PP Werembinan.

Hingga saat ini masih belum ada keputusan pemerintah mengenai plan of development (POD) proyek gas Blok Masela. Ada dua opsi yang dimungkinkan, yaitu offshore (tengah laut) dan onshore (di darat). Presiden Jokowi yang akan memutuskan hal ini, karena proyek ini bernilai sangat besar, sekitar US$ 15-20 miliar. Bila POD ditetapkan Presiden Jokowi bulan ini, maka diperkirakan gas akan baru diproduksi pada 2024.

(asy/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads