Manajer Humas Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, mengatakan sebelumnya Pertamina menyalurkan elpiji 3 kilogram untuk wilayah NAD tahun lalu sebanyak 107%. Angka tersebut mengalami peningkatan 7% dibandingkan kuota yang dijatahkan.
"Sekarang untuk Aceh kita menyalurkan sebanyak 2 juta tabung elpiji per bulan," kata Erika kepada wartawan, Sabtu (6/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, kata Erika, Pertamina terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota. Hal itu karena tiap daerah memiliki spesifik permasalahan yang berbeda-beda.
"Misalnya ada satu kabupaten lebih banyak rumah tangga tapi ada satu kabupaten lain yang lebih banyak perkebunan dan lainnya," jelasnya.
"Kita melakukan improvisasi data kemudian kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pemberlakukan HET (Harga Eceran Tertinggi). Dan kita memberi tahu masyarakat bahwa lembaga resmi Pertamina itu adalah SPBE, agen dan pangkalan elpiji," ungkap Erika. (hns/hns)











































