Menteri ESDM: Membangun Listrik 35.000 MW Harus Jadi 'Gerakan', Bukan Proyek

Menteri ESDM: Membangun Listrik 35.000 MW Harus Jadi 'Gerakan', Bukan Proyek

Dina Rayanti - detikFinance
Kamis, 03 Mar 2016 15:28 WIB
Menteri ESDM: Membangun Listrik 35.000 MW Harus Jadi Gerakan, Bukan Proyek
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pada hari ini, Menteri ESDM, Sudirman Said, mengumpulkan 91 perusahaan pembangun pembangkit listrik (Independent Power Producer/IPP). Pembahasannya adalah memantau progres pelaksanaan program 35.000 megawatt (MW).

Usai pertemuan, Sudirman mengatakan, dirinya meminta PLN dan perusahaan pembangkit listrik swasta bisa bekerja sebagai mitra, untuk bisa merealisasikan program 35.000 MW tersebut.

"Program 35 ribu MW ini merupakan program yang tidak mungkin di-carry oleh PLN sendiri dan IPP sendiri. Harus menjadi suatu gerakan. Ini bukan proyek, bukan program. This is movement (gerakan). Movement yang libatkan, ajak, gerakkan semua potensi. Kerahkan semua seperti ESDM, Keuangan, KLH (Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kemendagri karena menyangkut Pemda dan agraria," papar Sudirman usai pertemuan di kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Β 
Selain itu, semua BUMN sektor energi juga harus ikut membantu mendorong realisasi program tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini movement, sebuah gerakan nasional yang di-support semua elemen dan mudah-mudahan kita disiplin cek ricek, progres dicek dan masalah dilihat dan diselesaikan, tidak ada alasan pesimistis ke depan," jelas Sudirman.

Bila ada masalah yang menghambat, lanjut Sudirman, solusi harus dicari. Bukan hanya menganalisa, namun juga mencari solusi penyelesaian masalah.

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh Komisaris dan Direksi PLN.

"Hanya kalau ini dijadikan gerakan maka kita akan rela melakukan hal hal yang sulit didorong oleh idealisme. Berpikir proyek hanya akan memenjara kita pada keterbatasan job description, SOP dan regulasi regulasi. Sementara kalau menjadikannya sebagai gerakan melahirkan kreativitas, kerelaan berkorban, dan tanggung jawab lebih besar," papar Sudirman. (wdl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads