Tak Hanya JKT-BDG, Kota Ini Butuh Disambungkan Kereta Cepat

Tak Hanya JKT-BDG, Kota Ini Butuh Disambungkan Kereta Cepat

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Minggu, 20 Mar 2016 16:30 WIB
Tak Hanya JKT-BDG, Kota Ini Butuh Disambungkan Kereta Cepat
Foto: Ilustrasi Kereta Cepat/Detik
Jakarta - Saat ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia-China sedang membangun jaringan kereta cepat (High Speed Train/HST) rute Jakarta-Bandung sepanjang 142 kilometer (km). Ternyata, pembangunan kereta cepat di kota-kota besar lain di Indonesia dinilai perlu dilakukan agar masyarakat memiliki pilihan selain menggunakan pesawat terbang.

Selain itu, letak stasiun kereta cepat di tengah kota bisa menjadi solusi karena penumpang tidak perlu menempuh perjalanan lebih lama ke bandara.

"Agar nantinya orang-orang yang naik pesawat bisa beralih ke kereta cepat.Β  Kalau kereta cepat kan stasiunnya ada di tengah kota jadi lebih cepat aksesnya, sedangkan kalau pesawat kan harus ke bandara yang letaknya di pinggiran kota. Harga tiket kereta cepat juga kan biasanya setara dengan harga tiket pesawat," ujar Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno kepada detikFinance, Minggu (20/3/2016).
Β 
Dalam rencana jangka panjang perlu, Djoko menilai Jakarta-Surabaya perlu disambungkan dengan jaringan HST. Selama ini, penerbangan dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya sudah sangat padat sehingga perlu alternatif transportasi disaat lalu lintas udara sudah penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penerbangan ke Surabaya misalnya, itu kan cuma satu jam kurang lebih, tapi kan belum dihitung ke bandaranya saja bisa 2 jam. Nantinya kalau sudah ada kereta cepat Jakarta-Surabaya kan beberapa penerbangan bisa dialihkan ke luar jawa. Karena sekarang penerbangan dari Jakarta ke Surabaya aja per harinya bisa sekitar 30an," jelas Djoko.

Bila pembangunan kereta cepat yang menghubungkan kota-kota besar lain dikembangkan, Ia menyarankan agar investor untuk mengurus kelengkapan izin yang mendasar seperti izin lingkungan (Analisis Dampak Lingkungan/Amdal).

Amdal menjadi perhatian khusus dalam pembangunan infrastruktur. Selain itu, izin trase atau jalur juga perlu mendapat perhatian khusus. Sebagai contoh, trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung melewati banyak zona rawan bencana tanah longsor.

"Yang penting sekarang Amdal udah benar belum? Dipastikan dulu Amdalnya karena melewati banyak zona berbahaya seperti longsor dan sebagainya. Amdal di sini menjadi kunci, jadi harus hati-hati sekali soal Amdal ini," terang Djoko. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads