Selain itu, letak stasiun kereta cepat di tengah kota bisa menjadi solusi karena penumpang tidak perlu menempuh perjalanan lebih lama ke bandara.
"Agar nantinya orang-orang yang naik pesawat bisa beralih ke kereta cepat.Β Kalau kereta cepat kan stasiunnya ada di tengah kota jadi lebih cepat aksesnya, sedangkan kalau pesawat kan harus ke bandara yang letaknya di pinggiran kota. Harga tiket kereta cepat juga kan biasanya setara dengan harga tiket pesawat," ujar Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno kepada detikFinance, Minggu (20/3/2016).
Β
Dalam rencana jangka panjang perlu, Djoko menilai Jakarta-Surabaya perlu disambungkan dengan jaringan HST. Selama ini, penerbangan dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya sudah sangat padat sehingga perlu alternatif transportasi disaat lalu lintas udara sudah penuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila pembangunan kereta cepat yang menghubungkan kota-kota besar lain dikembangkan, Ia menyarankan agar investor untuk mengurus kelengkapan izin yang mendasar seperti izin lingkungan (Analisis Dampak Lingkungan/Amdal).
Amdal menjadi perhatian khusus dalam pembangunan infrastruktur. Selain itu, izin trase atau jalur juga perlu mendapat perhatian khusus. Sebagai contoh, trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung melewati banyak zona rawan bencana tanah longsor.
"Yang penting sekarang Amdal udah benar belum? Dipastikan dulu Amdalnya karena melewati banyak zona berbahaya seperti longsor dan sebagainya. Amdal di sini menjadi kunci, jadi harus hati-hati sekali soal Amdal ini," terang Djoko. (feb/feb)










































