Menurutnya, polemik pembangunan kilang LNG Masela bukan 'pertandingan sepak bola', tidak ada yang menang dan kalah dalam polemik ini. Keputusan Jokowi bukan berarti kemenangan bagi pihak yang mendukung pembangunan kilang di darat, dan bukan kekalahan bagi pihak yang ingin kilang dibangun di laut.
Polemik bertujuan untuk mencari kebijakan yang terbaik, yang memberikan manfaat paling besar untuk rakyat. Keputusan Jokowi diyakini adalah yang paling menguntungkan rakyat, maka tidak ada yang dirugikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, dirinya netral, tak pernah ngotot mendukung pembangunan kilang Masela harus offshore maupun onshore. Maka ia tidak keberatan sama sekali ketika Jokowi memutuskan kilang LNG Masela harus dibangun onshore.
"Sejak saya berikan penjelasan kepada Bapak Presiden, saya tidak pernah mengatakan akan bertahan onshore atau offshore karena saya netral. Saya percaya Presiden pasti memberikan keputusan yang terbaik, makanya sejak saat itu saya. Makanya saya tidak pernah menanggapi polemik," ungkapnya.
Sudirman sekaligus membantah isu yang menyebutkan dirinya akan mundur dari jabatan sebagai Menteri ESDM akibat keputusan Jokowi soal kilang LNG Masela ini. Katanya, masih banyak amanah yang harus diemban Menteri ESDM. Sudirman menyatakan akan terus bekerja untuk menjalankan tugas negara sebaik-baiknya.
"Urusan masih banyak, kita menjalankan tugas negara sebaik-baiknya. Tidak ada pikiran mundur sama sekali. Spekulasi mundur nggak ada lah. Kita diberi kepercayaan mengurus ini suatu kehormatan dan kita kerjakan dengan sebaik-baiknya," tandasnya.
Mantan Dirut PT Pindad ini juga meminta perdebatan pembangunan kilang Blok Masela, offshore atau onshore, diakhiri. Kini waktunya semua pihak bekerja agar Blok Masela bisa segera memasuki tahap produksi, sehingga masyarakat di Maluku memperoleh manfaat.
"Ini waktunya kembali bekerja, investor akan kembali bekerja diawasi SKK Migas agar pada waktunya menyampaikan usulan baru. Harus ada rekonsiliasi kembali, kita beri kesempatan investor menghitung lagi," tutupnya. (wdl/wdl)











































