Sudah 11 Hari Krisis Listrik Nias Belum Terselesaikan, Ini Alasan PLN

Sudah 11 Hari Krisis Listrik Nias Belum Terselesaikan, Ini Alasan PLN

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 12 Apr 2016 11:38 WIB
Sudah 11 Hari Krisis Listrik Nias Belum Terselesaikan, Ini Alasan PLN
Foto: Dok. PT PLN (Persero)
Jakarta - Pulau Nias sudah mengalami krisis listrik sejak 1 April 2016 lalu, akibat 2 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sewa 2 x 10 megawatt (MW) berhenti beroperasi. Pemilik PLTD sewa menghentikan operasi mesin tersebut, karena masalah kontrak dengan PT PLN (Persero).

Pada Senin (4/4/2016) lalu, PLN memperkirakan krisis ini bisa diselesaikan dalam 4-5 hari, atau bisa selesai paling cepat Jumat (8/4/2016). Tapi sampai hari ini krisis masih berlangsung, belum sepenuhnya tertangani.

Terkait hal ini, PLN beralasan, mendatangkan genset ke Pulau Nias cukup sulit, banyak hambatan yang harus dilalui. Genset yang didatangkan dari berbagai daerah harus melalui perjalanan darat dan laut yang cukup jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Genset-genset ini didatangkan menempuh jarak yang jauh, melalui darat dan lautan. Setibanya di Nias, genset-genset ini juga harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dioperasikan," kata Manajer Senior Public Relations PLN, Agung Murdifi, melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Saat harus menyeberang ke Pulau Nias misalnya, pengiriman genset harus menunggu datangnya kapal penyeberangan. "Kan nggak semua kita kirim pakai kapal sewa. Ada yang ikut kapal penyeberangan, harus nunggu jadwal kapal," dia menuturkan.

Setibanya di Nias, genset diturunkan dari kapal dan dibawa dengan truk. Buruknya kondisi infrastruktur membuat truk tidak bisa berjalan kencang. "Kami bawa genset berukuran besar. Misalnya saat beriringan membawa 4 unit genset, truk harus dijalankan dengan sangat pelan, karena jalan pun cukup rusak dan rutenya sangat jauh," ungkap Agung.

Saat tiba di lokasi, genset harus melalui beberapa tahap sebelum dapat dioperasikan secara penuh. Mulai dari pemasangannya, pengujian mesin, dan setelah diuji baru bisa masuk ke sistem kelistrikan. Kira-kira butuh 3-5 hari agar mesin bisa dioperasikan secara bertahap.

"Sesampainya mesin di lokasi, masih butuh waktu pengoperasian agak lama yakni sebanyak 3-5 hari untuk seperti penyiapan lahan, proses pemasangan instalasi, pengetesan mesin, baru setelah itu masuk ke sistem," ucapnya.

Meski banyak halangan merintang, PLN berjanji terus berupaya melaluinya untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Nias. "Namun demi Nias benderang, tenaga sukarelawan PLN siap lakukan yang terbaik," tutup Agung.

Saat ini, total daya listrik dari genset-genset yang dikirim PLN ke Nias mencapai 10 MW. Sekarang total kapasitas listrik terpasang di Nias sudah sekitar 14 MW. Dengan total beban puncak (peak) sebesar 24 MW, maka Pulau Nias kini masih defisit pasokan listrik sebesar kurang lebih 10 MW atau 40%. Defisit ini sudah menurun signifikan, awalnya defisit mencapai 20 MW atau 74%. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads