Pengusaha Hotel di Nias Merugi Akibat Krisis Listrik 12 Hari

Pengusaha Hotel di Nias Merugi Akibat Krisis Listrik 12 Hari

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 16 Apr 2016 12:15 WIB
Pengusaha Hotel di Nias Merugi Akibat Krisis Listrik 12 Hari
Foto: Pool
Nias - Krisis listrik selama 12 hari di Pulau Nias berdampak juga pada sektor pariwisata. Para wisatawan domestik maupun dari mancanegara banyak yang membatalkan kunjungan ke Nias akibat padamnya listrik hingga berhari-hari.

Akibatnya, usaha perhotelan di Nias kehilangan banyak tamu. Kalaupun tamu datang, waktu liburannya dipersingkat, tidak menginap untuk waktu yang lama.

"Kami mengelola Miga Beach Hotel di Gunung Sitoli. Kekuatan kamar kami 20 kamar. Banyak tamu kami yang membatalkan untuk datang ke Nias dan kalaupun datang mempersingkat waktu kunjungannya," kata Pemilik Miga Beach Hotel, Agus Mendrofa, kepada detikFinance di Nias, Sabtu (16/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan, ada sekitar 30 wisatawan yang tidak jadi menginap di hotelnya akibat mati lampu berhari-hari. "Ada 2 grup rata-rata 15 orang membatalkan kunjungannya ke Nias karena kami tidak menjamin listrik hidup 24 jam di hotel kami," ungkap Agus.

Selama 12 hari krisis listrik di Nias, dia menambahkan, listrik dari PLN hanya mengalir ke hotelnya sekitar 10 jam, yaitu pukul 16.00-19.00 WIB pada 2 April 2016, 00.30-02.00 WIB pada 7 April 2016, dan 01.00-03.30 WIB di 9 April 2016.

Untuk menjamin pelayanan kepada para pengunjung hotelnya, Agus terpaksa menggunakan genset di waktu-waktu tertentu. Biaya yang dihabiskannya untuk menyalakan genset selama 24 jam mencapai Rp 960.000.

"Genset kapasitas 60 kva yang kami miliki adalah mesin tua rakitan dari mesin colt diesel PS 135 sehingga agak boros. Rata-rata kami membeli solar untuk 24 jam sebanyak 160-175 liter seharga Rp 960.000 lebih," paparnya.

Dirinya berharap agar kejadian krisis listrik ini tidak terulang. Sebab, dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari dan perekonomian masyarakat Nias.

"Jujur saja kami mengalami kerugian besar dalam masalah ini," tutupnya.

Sebagai informasi, Pulau Nias mengalami krisis listrik pada 1 April 2016-13 April 2016 lalu. Krisis ini terjadi karena adanya masalah kontrak antara PT PLN dengan pemilik PLTD di Nias, American Power Rent (APR). APR mematikan 2 PLTD memasok listrik 20 MW atau 74% kebutuhan di Nias.

Krisis akhirnya selesai setelah ada kesepakatan penyelesaian masalah kontrak antara PLN dan APR. APR pun menyalakan kembali kedua PLTD miliknya sehingga kini pasokan listrik di Nias kembali seperti semula. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads