Cegah Kontraktor Abal-abal Ikut Proyek 35.000 MW, Ini Strategi PLN

Cegah Kontraktor Abal-abal Ikut Proyek 35.000 MW, Ini Strategi PLN

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2016 19:36 WIB
Cegah Kontraktor Abal-abal Ikut Proyek 35.000 MW, Ini Strategi PLN
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT PLN tak mau pembangkit-pembangkit listrik yang masuk dalam proyek 35.000 MW berkualitas buruk. Jika pembangkit jelek, maka tak bisa segera dioperasikan atau cepat rusak setelah beroperasi.

Akibatnya, proyek 35.000 MW bakal terganggu, dan pasokan listrik juga tak terjamin. Untuk mencegah kontraktor 'abal-abal' ikut dalam lelang pembangunan pembangkit listrik di program 35.000 MW, PLN menetapkan persyaratan yang ketat bagi para peserta tender.

"Persyaratan pengadaan kita perketat. Misalnya performance bond (jaminan pelaksanaan) di proyek-proyek sebelumnya hanya 1%, sekarang jadi 10% dari total nilai proyek," papar Manajer Senior Public Relations PLN, Agung Murdifi, saat ditemui detikFinance di Kantornya, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Project Development Account (kesiapan dana pengembang) diubah dari sebelumnya US$ 5 juta berapa pun nilai proyeknya, menjadi 10% dari total biaya proyek.

"Dengan begitu, target beroperasi menjadi lebih terjamin karena pengembang akan lebih berhati-hati dan lebih serius untuk menghindari pencairan jaminan pelaksanaan," ucap Agung.

Kemudian, supaya lelang proyek lebih terbuka dan dapat menarik lebih banyak calon pengembang, waktu pemasukan proposal dipercepat dan dipermudah, sebelum lelang juga dilakukan pengumuman terbuka (market sounding).

"Waktu pemasukan proposal sebelumnya 3 bulan setelah RFP (Request For Proposal) diterbitkan. Sekarang 30-45 hari setelah RFP terbit dengan terlebih dahulu PLN melakukan market sounding," tandasnya.

Bila pengembang yang membangun pembangkit listrik memiliki kualifikasi tinggi, tentu kualitas pembangkit akan bagus dan bisa beroperasi tepat pada waktunya. "Ini semua dilakukan untuk mencegah calon pengembang abal-abal mengikuti proyek strategis IPP," pungkas Agung.


Berikut target pembangkit listrik dari proyek 35.000 MW yang akan beroperasi (Commercial Operation Date/COD) ?pada 2015 hingga 2019 seperti dikutip dari data PLN:

  • 2015: 1 pembangkit listrik, total kapasitas 3 MW
  • 2016: 38 pembangkit listrik, total kapasitas 2.386,7 MW
  • 2017: 106 pembangkit listrik, total kapasitas 5.576,9 MW
  • 2018: 86 pembangkit listrik, total kapasitas 8.446,9 MW
  • 2019: 80 pembangkit listrik, total kapasitas 19.117,4 MW

Adapun pencapaian proyek 35.000 MW per 13 April 2016 adalah sebagai berikut:

  • Tahap perencanaan: 12.226,8 MW (34,4%)
  • Tahap pengadaan: 8.377,7 MW (23,6%)
  • Tahap PPA dan proses Financial Close: 10.941,07 MW (30,8%)
  • Tahap konstruksi dan komisioning: 3.862,45 MW (10,9%)
  • Tahap COD: 123 MW (0,3%)
(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads