Terkait hal tersebut, Menteri ESDM, Sudirman Said, tidak berkomentar. Sudirman tak mau memberikan pendapat, apakah BUMN Rusia tersebut layak menjadi mitra Pertamina untuk pembangunan kilang Tuban.
"Saya tidak boleh berpendapat," kata Sudirman, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (26/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman pun tidak akan hadir dalam acara MoU antara Rosneft dengan Pertamina nanti. Sementara Menteri BUMN. Rini Soemarno, dijadwalkan akan hadir. "Bapak (Sudirman Said) ada acara lain," ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko.
Sebagai informasi, jajaran manajemen Rosneft pada 20 Mei 2016 lalu menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel Radisson Blu Congress di Sochi, Rusia, di sela-sela KTT ASEAN-Rusia. Pertemuan berlangsung sekitar 1 jam
Dalam pertemuan itu, Jokowi ditemani oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto.
"Mereka sangat berharap bisa bekerja sama dengan Pertamina. Mereka akan bangun kilang di Tuban," kata Rini Soemarno.
Setelah nota kesepahaman dilakukan, perusahaan patungan akan dibentuk oleh Pertamina dan Rosneft dalam waktu 3 bulan. Pertamina akan menjadi pemilik mayoritas saham.
Menurut Rini, Rusia berniat menjadikan Tuban sebagai hub perdagangan minyak di regional. Untuk itu, Rosneft meminta kepada Jokowi untuk kepastian penyewaan lahan. Jokowi menjanjikan bisa menyewakan tanah hingga 50 tahun. (wdl/wdl)











































