Dirut PLN: Kami Tertarik Bangun PLTN, Listriknya Murah

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 30 Mei 2016 16:14 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Penggunaan nuklir untuk sumber energi masih menjadi kontroversi di Indonesia. Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disusun pemerintah, nuklir adalah alternatif terakhir jika sumber-sumber energi lain tidak dapat dikembangkan.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengaku sebenarnya ingin membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) karena biaya produksi listriknya murah. Kalau pemerintah mengizinkan, PLN pasti mau mengembangkannya.

"Nuklir sih belum masuk rencana kita. Itu kan urusan politik ya. Tapi saya tertarik kok, murah soalnya," kata Sofyan saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Menurut dia, Indonesia harus segera mulai mengembangkan nuklir agar tak tertinggal dari negara-negara lain. PLTN sudah digunakan di Eropa dan Amerika Serikat (AS) sejak lebih dari setengah abad untuk mendukung kemajuan industri, Indonesia harus berkaca pada keberhasilan mereka.

"Wajib dong (energi nuklir dikembangkan), semua orang di luar (negeri) sudah. Nuklir itu hidup di Eropa dan Amerika dari 50-60 tahun lalu. Mereka berjaya industrinya karena energinya sangat murah lewat teknologi nuklir," dia mengungkapkan.

Sudah banyak investor yang berminat mengembangkan energi nuklir di Indonesia. Kesempatan ini, kata Sofyan, jangan disia-siakan. Daya saing industri di dalam negeri bisa diperkuat bila biaya listrik rendah.

"Banyak (calon investornya), sudah 23. Dari Amerika ada, China ada, Rusia ada. Prancis rajanya nuklir juga. Hampir semua negara menawarkan," pungkasnya. (ang/ang)