Pasok Listrik Kalbar, Jokowi Resmikan Proyek 'Pembangkit Berjalan'

Pasok Listrik Kalbar, Jokowi Resmikan Proyek 'Pembangkit Berjalan'

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 02 Jun 2016 19:40 WIB
Pasok Listrik Kalbar, Jokowi Resmikan Proyek Pembangkit Berjalan
Foto: Dana Aditiasari
Mempawah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan groundbreaking 4 pembangkit Mobile Power Plant (MPP) alias 'pembangkit berjalan' berkapasitas total 100 Mega Watt (MW) di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dalam rangkaian peninjauan kemajuan program kelistrikan 35.000 MW.

Pembangkit listrik ini menggunakan tenaga gas berbahan bakar Liquefied Natural Gas (LNG) yang bersifat ramah lingkungan serta lebih efisien penggunaannya.

Nantinya akan memperkuat sistem kelistrikan khatulistiwa dan menambah daya mampu pasokan menjadi 425 MW, sementara beban puncak hingga akhir Desember 2016 diperkirakan sebesar 325 MW sehingga akan terdapat cadangan daya sebesar 100 MW atau sekitar 30%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MPP Kalbar yang memiliki nilai kontrak US$ 75,3 juta terdiri dari empat unit dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 25 MW, ditargetkan dapat memasok listrik yang akan terhubung ke sistem khatulistiwa melalui Gardu Induk Parit Baru pada bulan September 2016. Jokowi dalam sambutannya menjelaskan bahwa pada tahun ini MPP Kalbar harus dapat selesai.

"Tentu ketika pembangkit dapat diselesaikan dengan cepat, kebutuhan listrik dapat segera terpenuhi," kata Jokowi dalam keterangan tertulis kepada, Kamis (2/6/2016).

Lebih lanjut, Jokowi juga mengungkapkan tentang kesulitan pembebasan lahan yang kerap terjadi. Jokowi berharap masyarakat dapat bekerja sama secara penuh sehingga faktor yang selalu menjadi hambatan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini dapat teratasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan bahwa nantinya MPP ini akan menambah kemampuan daya listrik sebesar 100 MW. Angka ini setara dengan sepertiga kebutuhan beban puncak sistem khatulistiwa saat ini sekitar 300 MW.

Sofyan juga menegaskan bahwa bertambahnya kapasitas suplai pada sistem Khatulistiwa akan mendorong tumbuhnya ekonomi yang positif pada sektor industri, bisnis dan rumah tangga khususnya di wilayah Pontianak, Mempawah, Singkawang, Sambas dan Bengkayang.

Peresmian PLTU Ketapang 20 MW

Di sela-sela groundbreaking MPP Kalbar 100 MW, dilakukan juga peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang di Sukabangun berkapasitas total 20 MW. Unit pertama berkapasitas 10 MW telah berhasil masuk ke sistem jaringan 20 kiloVolt (kV) Ketapang pada bulan Maret 2016.

Sementara unit kedua direncanakan masuk ke sistem pada akhir bulan Juni ini. Sehingga sistem Ketapang akan mendapat tambahan pasokan daya sebesar 20 MW. Secara komersil unit 1 dan 2 PLTU Ketapang ini dijadwalkan siap beroperasi pada bulan Agustus 2016.

Sofyan Basir menambahkan bahwa bertambahnya daya mampu pembangkit yang dimiliki PLN Area Ketapang diharapkan dapat membuat kondisi kelistrikan di Tanah Kayong ini semakin membaik dan memberikan dampak ekonomi secara positif bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

"Untuk memperlancar penyelesaian proyek, diperlukan dukungan dan kerja sama dari masyarakat dan pemerintah setempat, diharapkan keseluruhan program dapat berjalan dengan lancar demi pembangunan Indonesia," tutupnya. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads