Pembangkit Batu Bara di RI Harus Pakai Teknologi Ramah Lingkungan

Pembangkit Batu Bara di RI Harus Pakai Teknologi Ramah Lingkungan

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2016 11:08 WIB
Pembangkit Batu Bara di RI Harus Pakai Teknologi Ramah Lingkungan
Ilustrasi Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025, separuh dari pembangkit listrik di seluruh Indonesia pada 2025 menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

Sisanya sebanyak 24% adalah pembangkit listrik yang menggunakan gas, 25% pembangkit menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT), dan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan terus dikurangi hingga tinggal 1% dalam 1 dekade ke depan.

Meski menimbulkan polusi, batu bara mendominasi bauran energi sampai 2025 karena harganya paling murah dan ketersediaannya melimpah di Indonesia. Biaya produksi listrik harus murah untuk meningkatkan daya saing industri di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi menurut Kementerian ESDM, banyaknya pemakaian batu bara ini tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah. Sebab, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dibangun harus menggunakan clean coal technology alias teknologi batu bara bersih.

"Porsi sampai 2025 itu 50% batu bara, 24% gas, 25% energi baru terbarukan, BBM 1%. Kita tekankan dalam RUPTL yang baru untuk menggunakan clean coal technology, jadi ramah lingkungan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan, tingkat polusi yang ditimbulkan oleh PLTU bisa diminimalkan. Salah satu pembangkit yang sudah menggunakan teknologi ini adalah PLTU Batang 2x1.000 MW di Jawa Tengah.

"Misalnya di Batang sudah pakai. Jadi pakai batu bara, tapi aman buat lingkungan," ucap Sujatmiko.

Pembangkit-pembangkit baru bara lainnya yang termasuk dalam proyek listrik 35.000 MW juga akan didorong semuanya untuk menggunakan teknologi serupa. Dengan begitu, listrik bisa murah tapi dampaknya terhadap lingkungan bisa diminimalkan. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads