Pernyataan ini disampaikan Sudirman usai rapat terbatas evaluasi proyek 35.000 MW dan dewan energi nasional di Istana Presiden, Rabu (22/6/2016).
"Presiden menekankan supaya opsi nuklir itu diteruskan, dengan menjadikan nuklir sebagai satu pilihan dan segera dibuat roadmap implementasinya," ujar Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, melalui laboratorium dan kerja sama internasional, para ahli nuklir Indonesia memiliki tempat untuk berkarya.
"Harus ada suatu laboratorium skala research untuk dibangun. Kemudian, didorong kerja sama internasional supaya kita tidak ketinggalan teknologi, dan punya tempat dimana ahli nuklir kita punya tempat untuk berekspresi, berkarya, dan tetap diberikan dukungan untuk melakukan research supaya apa yang kita kuasai tidak hilang," kata Sudirman. (hns/feb)











































