9.500 MW Pembangkit Jawa-Bali Dimatikan Saat Lebaran

9.500 MW Pembangkit Jawa-Bali Dimatikan Saat Lebaran

Dina Rayanti - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2016 16:00 WIB
9.500 MW Pembangkit Jawa-Bali Dimatikan Saat Lebaran
Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Pada musim libur Lebaran kali ini, pasokan listrik di Jawa-Bali diprediksi akan menurun sekitar 37,5% dari 24.589 MW ke 15.325 MW jika dibandingkan dengan hari biasa. Dengan begitu PLN dapat mematikan 9.500 MW pembangkit.

"Ini Jawa itu kan kira-kira 32.228 MW kan kapasitasnya, kemudian dalam keadaan normal itu 24.000 MW. Itu normal. Jadi operasi hari biasa lah. Libur ini menurun, 15.000 MW adalah beban puncaknya, kemudian kapasitas terpasangnya yang bisa digunakan sekitar 20.000 MW. Karena sebagian di-shutdown ada sekitar 9.500 MW yang dimatikan," kata Menteri ESDM, Sudirman Said, di Gardu Induk Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu (3/7/2016).

Selain itu, Gardu Induk di Cawang yang memasok listrik untuk wilayah Jakarta dan Banten juga melakukan hal serupa dengan mematikan 2.500 MW pembangkitnya. Di Gardu ini, pada saat Lebaran diprediksi ada penurunan pasokan listrik sekitar 50% dari 10.065 MW menjadi 5.800 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasokan turun ini karena kan kalau di Jakarta banyak yang libur, komersil libur, industri libur, pada ninggalin rumah juga kan mudik jadi turunnya 50%," lanjut Sudirman.

Kesempatan mematikan pembangkit ini akan dimanfaatkan untuk melakukan pemeliharaan mesin pembangkit.

"Ini hal baik ketika pembangkit dimatikan kesempatan untuk melakukan pemeliharaan," tuturnya. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads