"Yang akan kita kembangkan lebih jauh adalah Aljazair dan Irak. Jadi kita lihat yang resource besar. Nigeria, Afrika juga kita incar," ujar Direktur utama Pertamina, Dwi Soetjipto saat menghadiri acara open house Lebaran di rumah Menteri BUMN, Jalan Taman Patra V, Kuningan, Jakarta, Rabu (6/7/2016).
"Karena bagaimana pun nantinya mereka yang memiliki resource besar, yang akan kita bawa ke Indonesia. Sama kaya dulu zaman Belanda, VOC cari rempah-rempah ke Indonesia," lanjut Dwi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manfaatnya adalah untuk pengamanan suplai di Indonesia. Karena kita itu demand 1,6 juta barrel per hari. Kemampuan produksi Pertamina yang untuk minyaknya hanya sekitar 300 ribu barel per hari. Jadi kita kekurangan banyak," kata Dwi
Ekspansi ke luar negeri ini juga menunjukkan posisi Pertamina sebagai pemain global.
"Selain itu untuk menjadi pemain minyak global, harus bisa trading di mana-mana," tutur Dwi. (hns/fdn)











































