Iran Tertarik Bangun Kilang dan Tangki Penyimpanan BBM di RI

Iran Tertarik Bangun Kilang dan Tangki Penyimpanan BBM di RI

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 12 Jul 2016 11:57 WIB
Iran Tertarik Bangun Kilang dan Tangki Penyimpanan BBM di RI
Foto: Reuters
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) bakal menyepakati sejumlah kerja sama dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang rencananya ditandatangani Juli 2016 ini.

Selain kerja sama di bisnis hulu migas dan perdagangan, NIOC juga tertarik membangun infrastruktur migas di Indonesia bersama Pertamina.

"Kalau mereka ingin investasi di Indonesia, kita welcome sekali. Mereka sudah lama menyampaikan keinginan untuk berinvestasi di Indonesia," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwi mengungkapkan, NIOC berminat membangun tangki penyimpanan BBM (tangki timbun/storage BBM) dan kilang minyak. Saat ini Indonesia memang sangat membutuhkan keduanya.

Storage diperlukan karena cadangan BBM Indonesia sangat rawan. Cadangan operasional BBM hanya cukup untuk 18-22 hari, sedangkan cadangan strategis belum ada.

Sedangkan kilang baru dibutuhkan karena impor BBM Indonesia sudah sangat tinggi. Kilang-kilang yang ada hanya bisa memenuhi separuh dari kebutuhan BBM nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari, sisanya harus dipenuhi dari impor.

"Mungkin di storage atau kilang. Nanti ikut saja apa yang dibutuhkan di Indonesia, kita kan butuh banyak storage BBM," Dwi mengungkapkan.

MoU akan diteken di Iran pertengahan atau akhir Juli 2016. Setelah Nota Kesepahaman sah, pertama-tama kedua perusahaan akan melakukan uji tuntas (due diligence) untuk kerja sama menggarap blok migas di Iran. Kajian dilakukan selama kurang lebih 6 bulan.

"Kemungkinan pertengahan atau akhir bulan ini. Nanti setelah MoU akan dilakukan due diligence, termasuk valuasi untuk masuk di blok-blok tersebut. Kira-kira 4-6 bulan," pungkasnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads