Follow detikFinance
Sabtu, 16 Jul 2016 17:05 WIB

Begini Tantangan yang Bakal Dihadapi Anggota Patriot Energi

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari-detikFinance Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengaku salut dengan kerelaan anak muda yang mengikuti program Patriot Energi Tanah Air (PETA). Ia mengatakan, di lokasi tempatnya bertugas anggota PETA akan menghadapi banyak tantangan.

Demikian disampaikannya saat memberikan pengarahan pada acara pelepasan 120 anggota PETA angkatan kedua yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (16/7/2016).

"Kalian akan menemukan dunia yang jauh berbeda dengan yang ada di sini (Jakarta). Sumber air yang bisa jadi jauh, tanpa sinyal telpon selular (ponsel). Dan karena di lokasi yang listriknya masih terbatas, malah mungkin baru mau dibangun, berarti kalian akan merasakan gelap gulita saat malam," tutur dia dalam kesempatan tersebut.

Kondisi geografis yang masih jauh dari ketersediaan infrastruktur yang layak akan menjadi tantangan yang lebih bagi para anggota PETA. Sudirman mengatakan, berangkat dari Jakarta mungkin mereka masih akan merasakan rasanya naik pesawat terbang.

Namun untuk mencapai lokasi tempatnya bertugas, tak jarang anggota PETA harus menumpang truk, hingga menumpang perahu menyeberang laut. "Berangkat hari ini, mungkin baru 2-3 hari kemudian tiba di lokasi," tutur dia.

Menurutnya, seperti ini seharusnya generasi muda bertindak untuk bangsanya. Bergerak nyata sebagai aktivis. "Menjadi aktivis di zaman seperti ini, sudah nggak waktunya lagi mengikat kepala, mengepalkan tangan lalu berkata sistem ini (Pemerintahan ini) buruk. Tapi sudah waktunya terjun langsung kelapangan melakukan aksi nyata," kata dia dalam kesempatan tersebut.

Dengan menjadi anggota PETA, kata dia, para pemuda bisa berkontribusi langsung dalam upaya penyediaan energi khususnya listrik di berbagai desa terpencil di seluruh Indonesia yang selama ini belum menikmati listrik.

Sudirman mencatat, saat ini sedikitnya ada 12.669 desa di Indonesia tak terjangkau listrik karena jauh dari pembuat kebijakan yang berada di pusat. Akibatnya ada sedikitnya 30 juta masyarakat Indonesia hidup dalam keadaan yang sulit tanpa penerangan listrik.

Untuk mengatasi masalah keterbatasan listrik tersebut, Kementerian ESDM punya Program Indonesia Terang (PIT) yang merupakan program pembangunan pembangkit-pembangkit listrik dari energi terbarukan untuk desa-desa yang belum terlistriki dengan baik atau bahkan belum mendapat aliran listrik.

Anggota PETA punya tugas untuk mengawasi program Tersebut dari mulai pembangunannya, pengoperasiannya dan perawatannya.

"Saat anak-anak muda seumuran kalian memilih berkarir di kota yang fasilitasnya serba lengkap, tidur di rumah dengan kasur yang nyaman dan bisa makan es krim. Saya mengapresiasi keberanian kalian," pungkas dia. (dna/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed