Bila melihat trend pertumbuhan sampai dengan Juni 2016, pertumbuhannya meningkat tinggi dibanding Januari-Juni 2015, yakni sebesar 7,82% dan polanya sudah mengikuti pertumbuhan 2014. Peningkatan pertumbuhan ini dimotori oleh sektor industri.
Pada Juni 2016, pertumbuhan penjualan listrik di sektor industri naik sebesar 5,91 atau naik sebesar 0,18% terhadap Mei 2016 yaitu 5,73%. Pertumbuhan sebesar 5,91% merupakan pertumbuhan terbaik yang pernah dicapai sepanjang 2,5 tahun terakhir, khususnya pertumbuhan penjualan untuk pelanggan golongan tarif Industri Besar (I4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjualan di sektor industri ini cukup menggembirakan di segmen industri skala besar, namun pertumbuhannya masih belum pulih bila dibanding penjualan tahun 2014," ungkap Manager Senior Public Relations PLN Agung Murdifi dalam keterangan tertulis, Kamis (28/7/2016).
Sementara itu, pertumbuhan Industri Sedang (I3) Januari-Juni 2016 mencapai 4,04%. Meskipun lebih rendah dari pertumbuhan sampai dengan Mei 2016 yang mencapai 4,18%, pertumbuhan ini masih jauh lebih tinggi dibanding periode Juni 2015. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sekitar 7.433 Industri Sedang (I3) dengan trend konsumsi listrik yang positif.
Realisasi program promo LWBP 23.00 sd 08.00 untuk Juni 2016 (1 bulan), menyumbangkan tambahan penjualan energi sebesar 67,7 GWh atau setara dengan pemanfaatan kapasitas idle (efisiensi) sebesar 251 MW. Dengan demikian program promo Januari sampai dengan Juni 2016 telah memberikan tambahan penjualan sebesar 253.461.978 kWh. Sementara hingga Juli 2016, promo ini telah diikuti 1.073 pelanggan industri skala menengah dan skala besar dengan total tambahan pemakaian sebesar 256 Giga Watt hour (GWh).
Pertumbuhan penjualan listrik Juni 2016 meningkat 6,36% dibandingkan Juni 2015. Namun sebenarnya pertumbuhan ini jauh lebih rendah daripada pertumbuhan Mei 2016 terhadap Mei 2015 yang mencapai 8,58%. Hal ini antara lain disebabkan oleh hari pemakaian Juni yang lebih pendek dibanding hari pemakaian Mei dan pertumbuhan konsumsi listrik pelanggan Bisnis sd Juni 2016 sebesar 9,0%, atau lebih rendah 0,6% dibanding Mei 2016 yang mencapai 9,6%. Penurunan di sektor bisnis ini merupakan fenomena musiman yang terjadi pada bulan Ramadhan. (feb/feb)











































