Bersama dengan sejumlah pejabat eselon I Kementerian ESDM, Luhut membahas program kerja yang sudah direncanakan oleh Arcandra Tahar, Menteri ESDM sebelumnya.
Program tersebut mulai dari proyek LNG Masela hingga menggarap sektor migas di wilayah Natuna. Luhut mengaku, dirinya akan meneruskan program-program yang telah dicanangkan oleh Arcandra selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian nanti Pak Dirjen Migas akan laporan mengenai masalah Masela, Mahakam dan Freeport. Menyangkut masalah Freeport, revisi UU Minerba dan juga RUU Migas," tambahnya.
Sebelumnya, Arcandra Tahar mengatakan, potensi belanja modal pembangunan fasilitas Liquified Natural Gas (LNG) blok Masela di darat (onshore) bisa lebih murah dari hitungan awal yang sebesar US$ 19,3 miliar. Kepastian itu dia kemukakan setelah mendapatkan data dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Masela, yaitu Inpex Corporation.
Sebelumnya, Luhut dijadwalkan akan bertemu dengan Arcandra Tahar pada pertemuan ini. Namun ternyata, pertemuan hanya dilakukan bersama sejumlah pejabat Kementerian ESDM, seperti Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas bumi (Dirjen Migas) I Gusti Nyoman Wiratmaja, Dirjen Ketenagalistrikan Jarman, Dirjen Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBT) Rida Mulyana, dan Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot.
Luhut pun mengatakan, akan melakukan pertemuan dengan Arcandra guna membahas sejumlah program yang akan diteruskan dalam waktu dekat.
"Nanti kalau bisa sore. Karena saya juga harus pergi ke DPR lagi. Nanti sore atau malam," pungkasnya. (wdl/wdl)











































