Menteri ESDM Baru Diharapkan Punya 3 Kemampuan Ini

Menteri ESDM Baru Diharapkan Punya 3 Kemampuan Ini

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Sabtu, 20 Agu 2016 14:30 WIB
Menteri ESDM Baru Diharapkan Punya 3 Kemampuan Ini
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Setelah memberhentikan dengan hormat Arcandra Tahar dari posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kini Presiden Joko Widodo sedang mencari orang yang cocok untuk mengisi posisi tersebut. Berbagai masukan muncul soal kriteria calon yang layak mengisi posisi Menteri ESDM posisi saat ini.

Sektor ESDM merupakan sektor yang penuh dengan tantangan. Pengelolaan migas diharapkan dapat mengakomodir masyarakat dengan mengedepankan kepentingan nasional.

Sehingga diperlukan sosok Menteri ESDM yang memiliki integritas dan kepemimpinan yang baik di samping kemampuan teknis dan profesionalitas yang juga harus dimiliki. Anggota Dewan Energi Nasional, Syamsir Abduh, mengatakan ada beberapa syarat kemampuan yang harus dimiliki Menteri ESDM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, mampu mendorong tercapainya visi misi energi Indonesia dalam mencapai kemandirian energi. Kedua, memahami realitas perpolitikan negara sehingga bisa meyakinkan bahwa untuk urusan energi, negara harus hadir dalam tata kelolanya.

Ketiga, memiliki koordinasi yang baik antar kementerian dan stakeholder terkait, mengingat ESDM merupakan kementerian yang lintas sektor dan membutuhkan kesepahaman dengan banyak pihak

"ESDM adalah sektor strategis yang punya tantangan besar. Ada cita cita bersama yaitu kemandirian energi. Dalam kepentingan ini, menteri ESDM juga adalah ketua dewan harian energi nasional. Kalau Menteri yang nanti ditunjuk, tidak hanya bicara kompetensi, tapi juga menteri senior yang dapat memimpin menteri-menteri yang lain," katanya dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (20/8/2016).

Sementara itu, pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada migas Fahmy Radhi mengatakan, kasus pemberhentian Arcandra sebagai menteri ESDM diharapkan menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam hal ini Presiden, guna memilih sosok pemimpin di sektor strategis seperti ESDM.

Ia menegaskan, kriteria penilaian tak hanya berdasarkan keahlian dan profesionalitas, melainkan juga integritas dan jiwa kebangsaan.

"Jangan hanya dari keahlian dan profesionalitas. Keahlian iya, tapi untuk memimpin sektor strategis ini, di masa pembangunan kontribusinya luar biasa, walau kontribusi sekarang hanya 6-8 persen, Kita butuh seorang figur yang integritas dan kepemimpinan nya baik. Selanjutnya baru kualitas dan profesionalitas menjadi layer di bawahnya," ujar mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads