Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 21 Agu 2016 17:00 WIB

DPR ke Pemerintah: Panas Bumi Itu Karunia Tuhan, Harus Dimanfaatkan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Pemerintah telah menyepakati penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2015-2025. Pemanfaatan EBT sebagai sumber energi di dalam negeri masih terbilang rendah lantaran investasinya mahal. Padahal masih banyak sumber EBT di dalam negeri yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Anggota komisi VII DPR dari fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Kurtubi menyebutkan bahwa pemanfaatan panas bumi sebagai sumber EBT perlu dimaksimalkan lagi.

Hal ini dikarenakan sumber panas bumi di Indonesia sangat melimpah dan tidak bisa diekspor ke negara lain, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal.

"Panas bumi misalnya, itu karunia Tuhan yang harus dimanfaatkan, karena itu tidak bisa diekspor. Beda dengan minyak dan gas harus dimanfaatkan. Ini yang DPR sadar betul bahwa EBT harus didorong all out," kata Kurtubi saat Diskusi Energi Kita di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Dirinya menambahkan bahwa pembangunan pembangkit berbasis EBT harus terus dilakukan untuk mencapai target 23% dari 35.000 MW meskipun investasi EBT masih terbilang mahal. Hal ini dikarenakan menipisnya cadangan energi fosil di dunia membuat bauran energi di masa mendatang sangat dibutuhkan.

"Biaya EBT ini relatif mahal dibanding yang lain. Namun apapun skenarionya harga minyak, yang namanya energi pasti akan meningkat," ujar Kurtubi.

"Kita sudah dorong gas habis-habisan, batu bara juga, PLTA juga, tapi faktanya total kapasitas kita masih relatif lebih kecil," tambahnya. (feb/feb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com