Pertamina Ikut Komentari Soal Mundurnya Lelang PLTGU Jawa I

Pertamina Ikut Komentari Soal Mundurnya Lelang PLTGU Jawa I

Yulida Medistiara - detikFinance
Minggu, 25 Sep 2016 19:36 WIB
Pertamina Ikut Komentari Soal Mundurnya Lelang PLTGU Jawa I
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - PT Pertamina ikut angkat bicara soal lelang PLTGU Jawa I yang diundur. PT PLN (Persero) mengungkapkan, proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa I yang berkapasitas 2x800 megawatt (MW) terancam molor.

Hal itu karena lelang proyek PLTGU Jawa I sudah dibuka sejak Juni 2016, tetapi sebagian besar peserta lelang meminta waktu lelang diundur.

VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina telah mengirimkan dokumen syarat mengikuti tender PLN tepat waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ngumpulin on time dong, on time nggak ngomong apa-apa kita tetap masukin dokumen tender kok," ujar Wianda, di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (25/7/2016).

Selain Pertamina, lelang PLTGU Jawa I akan diikuti oleh berbagai perusahaan raksasa seperti PT Adaro Energy Tbk, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Bukaka Teknik Utama, dan beberapa konsorsium yang mengikuti lelang ini. PLTGU Jawa I rencananya dibangun di Muara Tawar, Kabupaten Bekasi yang merupakan lahan reklamasi.

Dalam proyek ini, Pertamina telah memiliki lahan yang siap digunakan bila memenangkan tender. Menurut Wianda, Pertamina telah memiliki lahan sehingga dapat mengurangi faktor risiko karena soal lahan dapat berkontribusi 70% terhadap kelancaran suatu proyek.

"Kita memilih di lahan yang kita sudah diakuisisi karena reklamasi kan teman-teman tahu sekarang belum diputuskan waktunya, itu harus nunggu keputusan dari KLHK, dia masih nunggu Amdal, sampai sekarang belum ada, kita lebih confident dengan lahan yang sudah punya karena kita tidak perlu lagi melakukan akuisisi lahan," kata Wianda.

Wianda mengatakan, Pertamina berharap dapat menyiapkan secara maksimal dan mengurangi risiko dalam proses lelang ini. Pertamina akan mendukung PLN terkait dengan program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW.

Lantas apakah dengan memiliki lahan tersebut Pertamina jadi lebih unggul daripada konsorsium lainnya? Wianda mengatakan, Pertamina merupakan pemain profesional dengan memiliki beberapa fasilitas untuk mendukung program tersebut.

"Kalau Pertamina inginnya disebut kita adalah pemain yang profesional di mana menggandeng pemain-pemain yang punya keahlian di bidangnya masing-masing, baik itu di sisi pembangkitnya, suplainya, maupun kita sendiri termasuk bagaimana kita memitigasi risiko lahan, itu biasanya adalah problem terbesar untuk kelancaran bagi suatu proyek," terang Wianda.

Sebagai informasi, pembangunan PLTGU Jawa I sendiri diprediksi menghabiskan waktu 3-4 tahun, ditargetkan selesai 2019. Kebutuhan gas untuk PLTGU Jawa I kurang lebih 250 MMSCFD, rencananya pasokan gas akan diperoleh dari kilang Tangguh.

Pembangkit listrik ini merupakan salah satu bagian dari program 35.000 MW. Diperkirakan pembangunan PLTGU Jawa I membutuhkan biaya investasi sebesar US$ 2 miliar atau Rp 26 triliun (dengan asumsi kurs dolar Rp 13.000). (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads