"Lahirnya ide-ide dan terobosan baik teknis maupun non teknis diharapkan meningkatkan kinerja korporasi seperti peningkatan kemandirian, penghematan dan peningkatan biaya produksi," ujar Direktur Human Capital Management Muhamad Ali di Gedung PLN pusat, Jakarta, Rabu (19/10/2016).
Foto: Dyan Wahyu Nugroho |
Ali menilai bahwa inovasi di LIKE 2016 ini ada yang sudah berhasil menurunkan biaya produksi, mempercepat pelayanan pelanggan dan berbagai benefit lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya tahun ini merupakan gelaran pertama event LIKE yang diadakan PLN. "Dulu namanya KNIFE yang digelar sejak 2009 dengan konsep yang serupa," katanya.
Foto: Dyan Wahyu Nugroho |
Inovasi2 yang dipamerkan antara lain Aplikasi untuk pembacaan meter pelanggan sehingga petugas PLN yang biasanya menghitung meteran di tiap rumah secara manual, kini juga menggunakan aplikasi sehingga mempermudah petugas PLN. Untuk aplikasi yang digunakan petugas ini baru dikeluarga sekitar tahun lalu.
Ada juga aplikasi yang bisa di-dowload pelanggan yang bernama PLN Mobile. Aplikasi ini berguna agar pelanggan bisa mengetahui seberapa banyak daya listrik yang digunakan selama sebulan.
Foto: Dyan Wahyu Nugroho |
Ada juga inovasi Subsea Cable Trencher alat ini baru berupa prototipe namun sudah di coba di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Alat ini berguna untuk membuat parit menaruh kabel di dasar laut agar tidak mudah rusak. Dan rencananya, bulan Desember 2016 akan diterapkan di daerah Karimun Jawa. (dna/dna)












































Foto: Dyan Wahyu Nugroho
Foto: Dyan Wahyu Nugroho
Foto: Dyan Wahyu Nugroho