314 Karya Inovasi Listrik Mejeng di Kantor Pusat PLN

314 Karya Inovasi Listrik Mejeng di Kantor Pusat PLN

Dyan Wahyu Nugroho - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2016 13:18 WIB
314 Karya Inovasi Listrik Mejeng di Kantor Pusat PLN
Foto: Dyan Wahyu Nugroho
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghadirkan 314 karya inovasi melalui event LIKE (Learning, Innovation and Knowledge Exhibition) 2016. Pameran yang memadukan sharing pengetahuan, festival budaya perusahaan dan diskusi inovasi ini akan berlangsung mulai 19-21 Oktober 2016 di PLN Kantor Pusat Jakarta.

"Lahirnya ide-ide dan terobosan baik teknis maupun non teknis diharapkan meningkatkan kinerja korporasi seperti peningkatan kemandirian, penghematan dan peningkatan biaya produksi," ujar Direktur Human Capital Management Muhamad Ali di Gedung PLN pusat, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Foto: Dyan Wahyu Nugroho

Ali menilai bahwa inovasi di LIKE 2016 ini ada yang sudah berhasil menurunkan biaya produksi, mempercepat pelayanan pelanggan dan berbagai benefit lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inovasi ini tiap tahun dipamerkan sehingga masyarakat bisa datang dan menjadi tahu apa saja inovasi yang dikembangkan PLN untuk masyarakat," katanya.

Menurutnya tahun ini merupakan gelaran pertama event LIKE yang diadakan PLN. "Dulu namanya KNIFE yang digelar sejak 2009 dengan konsep yang serupa," katanya.

Foto: Dyan Wahyu Nugroho

Inovasi2 yang dipamerkan antara lain Aplikasi untuk pembacaan meter pelanggan sehingga petugas PLN yang biasanya menghitung meteran di tiap rumah secara manual, kini juga menggunakan aplikasi sehingga mempermudah petugas PLN. Untuk aplikasi yang digunakan petugas ini baru dikeluarga sekitar tahun lalu.

Ada juga aplikasi yang bisa di-dowload pelanggan yang bernama PLN Mobile. Aplikasi ini berguna agar pelanggan bisa mengetahui seberapa banyak daya listrik yang digunakan selama sebulan.

Foto: Dyan Wahyu Nugroho

Ada juga inovasi Subsea Cable Trencher alat ini baru berupa prototipe namun sudah di coba di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Alat ini berguna untuk membuat parit menaruh kabel di dasar laut agar tidak mudah rusak. Dan rencananya, bulan Desember 2016 akan diterapkan di daerah Karimun Jawa. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads