"Kami mendiskusikan kerja sama yang fokus pada teknologi, energi, dan kami akan membantu Indonesia untuk menghadapi masalah energi," ujar Klynge di kantor Wapes, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (19/20/2016).
Dirinya mengatakan fokus pembicaraan tersebut berkisar pada pola perubahan penggunaan energi dan energi terbarukan seputar transfer teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah faktor usulan pembangkit tenaga angin dikarenakan kondisi alam Indonesia yang memiliki alam yang sangat bagus, khususnya pada angin. Tidak hanya itu, selain tingkat kerjasama antar pemerintah, keduanya sepakat akan menindaklanjuti dalam kerja sama bisnis.
Awalnya pihak Denmark akan membangun proyek awal tenaga angin di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera, serta Kalimantan.
Klynge menambahkan, pendanaan proyek ini akan melibatkan banyak investor dari negaranya khususnya pada sektor energi.
"Kami berbicara dengan Wapres bahkan akan ada investasi yang cukup besar di Indonesia dalam bidang energi," terangnya.
"Kerja sama lainnya pada pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan batu bara dan gas, dan sumber yang berasa dari sampah dan perkebunan," sambungnya. (tfq/ang)











































