Follow detikFinance
Senin 24 Oct 2016, 11:22 WIB

Wakil Ketua DPR Kumpulkan Jonan Hingga Bambang Brodjo Bahas Panas Bumi

Andhika Prasetia - detikFinance
Wakil Ketua DPR Kumpulkan Jonan Hingga Bambang Brodjo Bahas Panas Bumi Foto: Andhika Prasetia
Jakarta - Wakil Ketua DPR-RI, Agus Hermanto mengumpulkan sejumlah menteri terkait dalam pertemuan tingkat senior (Senior Official Meeting/SOM) membahas pemanfaatan panas bumi di Indonesia. Agus mengatakan ada sejumlah tantangan utama dalam pengembangan panas bumi di Indonesia.

"Poin pertama yang disampaikan adalah resiko pembiayaan dan investasi proyek panas bumi. Estimasi biaya eksplorasi panas bumi di Indonesia mencapai 8-9% dari total biaya proyek. Sehingga sangat diperlukan suatu solusi yang implementatif untuk dapat mengurangi resiko kehilangan biaya investasi panas bumi," kata Agus dalam sambutannya di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin, (24/10/2016).

Kemudian Agus juga menyampaikan tantangan mekanisme pengelolaan kerja panas bumi dan jual beli listrik dari panas bumi. Menurutnya PLN sebagai pembeli listrik tunggal di Indonesia wajib membeli listrik dan uap dari pembangkit listrik panas bumi.

"Akan tetapi, pada prosesnya, penentuan harga jual beli listrik panas bumi sering menimbulkan masalah karena tidak ada titik temu harga antara PLN dan pengembang," urainya.

Poin berikutnya Agus mengatakan bahwa kegiatan panas bumi dapat dilakukan di wilayah hutan konservasi melalui izin pemanfaatan jasa lingkungan. Dia menyampaikan harus ada standar prosedur untuk usulan perubahan zonasi karena sebagian besar potensi panas bumi terletak di zona inti.

"Kemudian mengenai penelitian dan data mengenai sumber daya dan cadangan panas bumi. Pemerintah dapat bekerja sama dengan Universitas, Badan Penelitian, konsultan ahli dan Asosiasi untuk membentuk suatu pusat riset yang bertugas untuk melakukan studi kelayakan teknis," kata Agus.

Pada akhir sambutan, Agus memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi isu sosial dan membangun kesadaran tentang manfaat dan pentingnya proyek pengembangan panas bumi. Keterlibatan masyarakat terhadap proyek pembangkit panas bumi dalam bentuk lapangan kerja juga merupakan kewajiban pengembang.

"Melihat tantangan-tantangan tersebut, sangat dibutuhkan langkah yang berani berupa kebijakan dan keputusan yang sulit dengan kemauan politik sebagai kunci utamanya agar kita bersama dapat mendorong pengembangan panas bumi di Indonesia," tutupnya.

Pertemuan dimulai pada sekitar pukul 09.40 WIB. Para menteri yang hadir di antaranya adalah Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama wakilnya Arcandra Tahar, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menristek Dikti Muhammad Nasir, dan Wamenkeu Mardiasmo. Pertemuan juga dihadiri oleh para pimpinan Komisi IV, Komisi VI, Komisi VII, dan Komisi XI. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed