General Manajer PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur mengakui, rasio elektrifikasi di sejumlah daerah di NTT masih rendah. Richard mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pembangunan transmisi, dengan sudah beroperasinya Gardu Induk yang ada di Ruteng, Manggarai.
"Jadi kami di wilayah, usahakan transmisi sampai akhir tahun bisa sampai di Labuan Bajo. Gardu induk sudah siap. Kalau gardu induk sudah siap, kami bisa evakuasi sekitar 6-7 MW. Kota ini sudah ramai, dan Labuan Bajo atau NTT atau Flores adalah pariwisata masa depan Indonesia," katanya saat ditemui di Kupang, seperti ditulis Rabu (23/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada sejumlah Pembangkit Listrik dari energi terbarukan yang sedang dikebut oleh PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pengerjaannya, guna mencapai rasio elektrifikasi yang lebih baik.
Beberapa proyek pembangkit listrik yang tengah disiapkan diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Mini Gas (PLTMG) Maumere 40 MW, dan PLTMG Flores-1 berkapasitas 20 MW, yang rencananya akan mulai beroperasi komersial atau commercial operation date (COD) pada 2017 mendatang.
Selain itu, ada pula PLTMG Flores-2 berkapasitas 10 MW yang direncanakan beroperasi pada 2018 mendatang. Untuk potensi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, PLN juga akan membangun PLTP Ulumbu-5 dan Ulumbu-6 yang masing-masing berkapasitas 20 MW.
Labuan Bajo sendiri yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat saja, rasio elektrifikasinya baru mencapai 39,06%, dimana dari 54.328 Rumah Tangga, jumlah pelanggan yang sudah dialiri listrik baik dari PLN maupun non-PLN masih berjumlah sekitar 22.000 pelanggan.
Dengan pelaksanaan transmisi yang masih belum rampung, praktis Flores tinggal menunggu realisasi pemasangan transmisi di wilayah yang bebannya paling besar, sehingga ketersediaan listrik bisa aman. Richard mengatakan, dengan penyelesaian sejumlah transmisi tersebut, sistem Flores bisa aman dari pemadaman listrik pada tahun 2018 mendatang.
"Jadi, baik Timor maupun Flores, strateginya adalah memperkuat pembangkit di daerah besar, dan memindahkan mesin pembangkit ke daerah remote. Flores ini memang karena tantangan transmisinya. Tapi tahun 2018 lah aman," tandasnya.
Seperti diketahui, kondisi kelistrikan di NTT didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan kontribusi sebanyak 80%. Padahal, NTT sendiri menyimpan sejumlah energi terbarukan yang bisa digunakan sebagai substitusi energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, panas bumi, uap, mini hidro, angin hingga biomassa. (hns/hns)











































