Nantinya, 50 batang tiang ini akan digunakan untuk pembangunan jaringan listrik di Pulau Nangka.
Tiang tersebut diangkut dengan menggunakan rakit, di mana satu rakit bisa mengangkut 8-10 tiang. "Tiang diangkut dari Pelabuhan Tanjungpura, Kecamatan Sungai Selan, Bangka Tengah dengan menggunakan rakit. Satu rakit bisa 2 kali tarik per hari, jadi butuh waktu 3 hari untuk menyelesaikan pengangkutan tiang ini," ujar Agus Yuswanta, Deputi Manajer Hukum Humas PLN Bangka Belitung, dalam keterangannya, Jumat (25/11/2016).
Foto: Istimewa |
Dalam pengangkutan tiang tersebut, petugas PLN dibantu oleh warga sekitar. "Warga masyarakat bersama petugas PLN bahu membahu mengangkut tiang-tiang tersebut. Kami memilih mengangkut saat ini dengan pertimbangan ombak yang tidak terlalu tinggi pada masa-masa sekarang," tegasnya.
Dusun Pulau Nangka Desa Tanjung Tedung Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka ini sebelumnya menggunakan PLTS (Pusat Listrik tenaga Surya) kapasitas 3.000 watt untuk memenuhi kebutuhan penerangan 78 KK warga setempat. Kapasitas tersebut tentunya kurang untuk menerangi 78 KK di sana.
PLN Babel menargetkan penyelesaian pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pulau Nangka ini paling lambat pada triwulan III-2017. Infrastruktur kelistrikan yang dibangun terdiri atas tiang 50 batang, 2,5 kilometer sirkuit (KMS) kabel jaringan tegangan rendah, dan genset dengan kapasitas 125 kVA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Sebelumnya, PLN Babel juga telah membangun infrastruktur kelistrikan di Pulau Celagen yang terdiri atas satu unit mesin genset kapasitas 150 kVA, tiang tegangan rendah sebanyak 70 batang, 1,75 kms kabel jaringan tegangan rendah. Sedangkan di Pulau Pongok terdiri atas satu unit mesin genset kapasitas 150 kVA, tiang tegangan menengah sebanyak 138 batang, 3,45 kms kabel jaringan tegangan menengah, serta 4 trafo kapasitas 50 kVA.
"PLN Babel berkomitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pulau dengan membangun infrastruktur kelistrikan pulau-pulau terluar yang sulit terjangkau faktor geografis. Saat ini rasio desa terlistriki di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu yang tinggi di Indonesia yakni 99, 7% . Dari 367 desa 366 sudah mempunyai akses listrik," pungkasnya. (wdl/wdl)












































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa