Pertamina Gandeng WIKA Siapkan Lokasi Proyek Kilang Balikpapan

Yulida Medistiara - detikFinance
Kamis, 01 Des 2016 19:23 WIB
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT Wijaya Karya (WIKA) hari ini menandatangani kontrak Site Development dan New Jetty Construction untuk proyek RDMP RU V Balikpapan.

Kontrak tersebut untuk menyiapkan lahan (Site Development) yang akan dijadikan lokasi membangun proyek kilang Balikpapan serta pembangunan dermaga (jetty) tempat bersandarnya kapal di dekat lokasi proyek untuk mempermudah mobilisasi alat berat masuk ke lokasi proyek.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi dan Direktur Operasi II WIKA Bambang Pramujo di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

WIKA terpilih sebagai pelaksana proyek setelah melalui proses tender yang dilakukan Pertamina. Proyek yang sangat penting bagi upaya mendukung persiapan pembangunan Kilang RDMP RU V Balikpapan ditargetkan tuntas dalam 12 bulan terhitung sejak ditandatanganinya kontrak.

Pelaksanaan Site Development dna Construction Jetty yang berlokasi di dalam Kilang RU V Balikpapan ini merupakan milestone (langkah pertama) proyek RDMP RU V Balikpapan, bertujuan untuk penyiapan Lahan area pembangunan infrastruktur kilang seluas 75 hektar, membangun construction jetty dengan ukuran 30x100 m, Kapasitas 6500 DWT untuk keperluan bongkar muat peralatan kilang serta membangun prasarana jalan dan Gedung serta peralatan Marine.

"Kami menyiapkan lahan dan jetti (dermaga). Jadi dermaga itu yang akan dipakai untuk konstruksi. Untuk mendatangkan alat berat lewat jetty yang dibangun WIKA. Tanahnya masih belum rata, kita rapihkan, kalau ada bekas-bekas fondasi lama kita bongkar," kata Direktur Operasi II WIKA, Bambang Pramujo, di kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusatm Kamis (1/12/2016).

Sementara itu, Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi berharap Pertamina dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Pembuatan lahan dasar tersebut ditargetkan selesai 1 tahun supaya pembangunan proyek kilang Balikpapan ini dapat segera berlanjut di tahun selanjutnya.

"Kami mengharapkan agar proyek ini dapat dilaksanakan oleh WIKA dengan safe, tepat waktu, tepat budget, dan tepat kualitas sehingga dapat on-time mendukung pembangunan secara fisik proyek RDMP RU V Balikpapan," ungkap Rachmad.

Bambang Pramujo, Direktur Operasi II WIKA, menambahkan, WIKA akan berkomitmen untuk mengerahkan seluruh kompetensi dan sumber daya dalam menyelesaikan proyek tersebut secara safe, tepat waktu, tepat budget, dan tepat kualitas.

Nilai kontrak pembangunan Jetty ini dipatok Rp 552 miliar. Ia menyebut jumlah pekerja untuk proyek ini sekitar 700-800 orang yang secara bertahap.

"Nilai kontrak itu masih ini masih tahap side preparation itu nilainya Rp 552 miliar, itu baru untuk side preparation," kata Bambang.

Terkait dengan target penyelesaian proyek RDMP RU V Balikpapan, Rachmad mengatakan proses mechanical completion ditargetkan selesai pada akhir Juni 2019 dan commissioning dapat dilaksanakan mulai September 2019.

Saat ini kapasitas Kilang Balikpapan 260.000 barel per hari. Jika kilang tersebut selesai dibangun pada 2019, kapasitasnya akan meningkat menjadi 360.000 barel per hari.

"Kapasitasnya sekarang 260.0000 barel per hari akan menjadi 360.000 barel per hari," kata Rachmad. (dna/dna)