Cerita Medco Garap Lapangan Migas di 4 Negara Timur Tengah

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 05 Des 2016 13:05 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Perusahaan energi asal Indonesia PTMedco Energi IndonesiaTbk (MEDC) tidak hanya fokus memproduksi minyak dan gas di dalam negeri. Perusahaan energi yang dipimpin olehHilmiPanigoro ini juga melebarkan sayapnya melakukan produksi migas di beberapa negara Timur Tengah.

Salah satu negara Timur Tengah yang sudah digali sumber migasnya oleh Medco adalah Libya. April 2005, MedcoEnergi memperoleh kontrak di Blok 47.

Dalam eksplorasi (atau pencarian) migas di Blok 47 Libya, MedcoEnergi berhasil menemukan cadangan migas di 18 dari 20 sumur, atau dengan tingkat kesuksesan mencapai 90%.

"Medco masuk Libya dengan proses tender kompetitif dan mendapatkan Blok 47. Berhasil menemukan cadangan migas di 18 dari 20 sumur eksplorasi," kata Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro dalam Seminar Nasional Upaya Meningkatkan Investasi dan Kerja Sama antara Indonesia dengan Timur Tengah dan OKI di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).

Namun selang beberapa tahun kemudian, di 2014 eksplorasi migas di Blok 47 Libya harus dihentikan karena alasan stabilitas politik. Ketidakstabilan politik di Libya sebagai imbas dari konflik di Timur Tengah mempengaruhi proses bisnis Medco di Libya.

"Tapi unfortunately Juli 2014 terpaksa kami hentikan semua dan masuk kategori force majeure karena stabilitas politik," ujar Hilmi.

Selain di Libya, Medco juga melakukan produksi migas di Yaman. Hal ini berawal ketika MedcoEnergi memperoleh 2 blok eksplorasi migas Blok 82 dan 83 di tahun 2007.

Namun dengan kasus serupa seperti di Libya, blok migas MedcoEnergi di Yaman juga harus dihentikan di 2014.

"Yaman kurang lebih case-nya sama seperti Libya. Di 2014 something happen jadi shut down operasi, karena ketidakamanan operasi tidak mungkin dilanjutkan," kata Hilmi.

Negara Timur Tengah ketiga yang menjadi wilayah kerja MedcoEnergi adalah Tunisia. MedcoEnergi awalnya mengakuisisi Storm Ventures International dan memperoleh 4 wilayah eksplorasi, 2 wilayah pengembangan, dan 2 wilayah produksi dengan periode konsesi 30 atau 50 tahun.

Eksplorasi dan produksi migas MedcoEnergi di Tunisia tersebar di 5 wilayah, antara lain Adam, Sud Remada, Bir Ben Tartar, Jenein, dan Borj El Khadra. Ketiganya merupakan pengeboran migas di darat alias onshore. Sedangkan sisanya di Cosmos, Hammamet, dan Yasmin di lepas pantai alias offshore.

Produksi migas MedcoEnergi di Tunisia sampai saat ini masih berlangsung karena kondisi politik yang stabil.

"Tunisia kita punya blok eksplorasi pengembangan dan produksi. Operasi aman di sana dan bisa meningkatkan produksi di masa mendatang," tutur Hilmi.

Selanjutnya adalah Oman. Hilmi mengatakan bahwa produksi minyak di Oman sangat menguntungkan. Hal ini dikarenakan kondisi politik yang sangat stabil sehingga tidak mengganggu bisnis MedcoEnergi.

MedcoEnergi juga tercatat sukses meningkatkan kapasitas produksi dari 9.000 barrel per day (bpd) ke 22.500 bpd selama 5 tahun.

"Memperoleh kontrak di 2006 dan dalam waktu 10 tahun dari 9.000 bpd menjadi 22.000 bpd. Lifting cost terendah US$ 3-4 per barrel," ujar Hilmi.

MedcoEnergi juga berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak 25 tahun ke depan dari Pemerintah Oman karena kemampuannya yang baik. Perpanjangan kontrak ini termasuk dengan fiscal terms yang lebih baik, termasuk hak untuk melakukan eksplorasi migas.



(dna/dna)