"Tujuan kami ke sini adalah ingin tahu bagaimana Shanghai Waigaoqiao me-manage pembangkit 2 X 1.000 MW agar lebih efisien dan bagaimana mengolah limbah batu bara dari pembangkit listrik," kata Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rasidin kepada rombongan wartawan Indonesia saat meninjau pembangkit itu di Shanghai, Rabu (7/12/2016).
Pembangkit listrik Waigaoqiao dibangun pada Juli 2005. Pembangunan yang menghabiskan anggaran sekitar US$ 1,2 miliar selesai dalam waktu tiga tahun. Pembangkit yang sering mendapat penghargaan ini mempekerjakan 2.060 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2010 menjadi 279,39 g/KWH, pada 2011 menjadi 276,14 g/KWH, lalu 2012 menjadi 276,14 g/KWH, 2013 menjadi 276,82 g/KWH, pada 2015 menjadi 277,33 g/KWH dan pada 2015 menjadi 277,33 g/KWH.
Foto: Iin Yumiati |
"Kami menggunakan teknologi terbaru dan paling bagus. Sekarang kami beroperasi dengan efisiensi lebih tinggi dan tingkat emisi yang lebih rendah," kata General Manager Shanghai Waigaoqiao, Shi Min.
Shi Min juga menjelaskan, Shanghai Waigaoqiao membeli teknologi dari Alstom dan Siemen. Alstom mengajari dalam hal membuat bolier, sedangkan Siemen mengajari dalam hal pembuatan turbin dan generator.
"Kami sekarang sudah bisa membuat sendiri," kata General Manager perempuan yang sudah bekerja di Shanghai Waigaoqiao selama 32 tahun ini.
Selain Amir Rosidin, kunjungan tersebut juga diikuti oleh Direktur Human Capital Management (HCM) PLN Muhammad Ali dan Kepala Satuan Komunikasi PLN I Made Suprateka.
Foto: Iin Yumiati |
Setelah mengunjungi Shanghai Waigaoqiao, PLN juga akan ke Pembangkit Listrik Pan Shan, pada Kamis (8/12/2016) keesokan harinya. Amir berharap Indonesia bisa mengadopsi teknologi super critical yang dipakai pembangkit listrik Waigaoqiao.
"Di Indonesia, supercritical ini belum dibangun. Di sini dengan teknologi supercritical bisa meningkatkan efisiensi sampai menigkat 90 persen, ini sangat bagus sekali," kata Amir.
"Kita ingin melihat nanti pembangkit yang ada di Indonesia itu, semisal Java VII dengan kapasitas 2 X 1.000 yang juga nanti dibangun dan diharapkan dalam waktu 3 tahun itu nanti selesai."
(ang/ang)












































Foto: Iin Yumiati
Foto: Iin Yumiati