Sampai saat ini masih ada sekitar 12.000 desa di Indonesia yang belum terlistriki dengan baik. Selama ini orang-orang mampu menerima subsidi listrik, sementara warga desa di pedalaman sama sekali tidak menikmati listrik. Inilah yang ingin diperbaiki oleh pemerintah, subsidi harus disalurkan untuk warga tidak mampu.
Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melistriki 2.700 desa pada tahun ini. Sebanyak 1.400 desa berada di Papua dan 1.300 desa di Sumatera. Listrik untuk pedesaan meningkat jauh dibanding 2016. Tahun lalu, baru 1.000 desa yang dilistriki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total dana investasi untuk pembangunan kelistrikan di 2.700 desa itu mencapai hampir Rp 7 triliun. Listrik yang akan dipasok berjumlah 800 Megawatt (MW).
"Kira-kira totalnya ada 800 MW. Untuk ke depan hampir Rp 7 triliun," tuturnya.
Selain listrik untuk pedesaan, pada tahun ini jumlah orang miskin yang menerima subsidi juga ditambah. Pelanggan listrik rumah tangga 450 VA yang disubsidi bertambah 4 juta menjadi 27 juta pelanggan. Jadi pelanggan mampu yang menerima subsidi dipangkas, tapi subsidi untuk pelanggan miskin ditingkatkan.
"Yang 450 VA itu ditambah jd 27 juta KK dari 23 juta KK. Jadi masyarakat miskin yang diberi subsidi bukan dihilangkan, malah ditambah. Yang 900 VA yang dicabut itu tidak layak," kata Sofyan.
Dengan adanya tambahan 4 juta pelanggan 450 VA ini, subsidi listrik untuk 450 VA bertambah sekitar Rp 4 triliun. "Untuk 4 juta pelanggan 450 VA itu Rp 3-4 triliun tambahannya," pungkasnya.
(mca/ang)











































