Kerja Sama RI-Iran di Sektor Energi Dibahas Akhir Februari

Kerja Sama RI-Iran di Sektor Energi Dibahas Akhir Februari

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 17 Feb 2017 17:36 WIB
Kerja Sama RI-Iran di Sektor Energi Dibahas Akhir Februari
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution, menggelar rapat koordinasi tentang kunjungan kerja ke Iran akhir bulan ini. Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani, pada Desember 2016 lalu.

Rapat dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno dan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar. Selain dua menteri itu, hadir pula beberapa pejabat negara lainnya seperti, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, serta Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam.

Usai rapat, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, menjelaskan soal apa saja yang dibahas dalam rapat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Bahas) Perencanaan kunjungan kerja ke Iran. Ini sesuai dengan hasil kunjungan Bapak Presiden bulan Desember. Ini perlu di follow up, ini meeting koordinasi untuk follow up hasil-hasil kesepakatan meeting yang sudah berlangsung bulan Desember," ungkap Arcandra usai rapat, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Baca juga: RI Jajaki Impor Gas Hingga Investasi Kilang Minyak dengan Iran

Arcandra mengatakan, Indonesia akan menjajaki kerja sama dengan Iran di sektor energi, mulai dari gas hingga kilang minyak. Untuk pertamina, kata dia, rencananya akan menggarap dua ladang minyak di Iran.

"Di bidang energi termasuk Pertamina yang akan berinvestasi di sana, kemudian PLN, energi mungkin itu. Impor gas, ada kemungkinan juga LNG. Hulunya otomatis di dua lapangan di sana. Pertamina mau masuk di dua lapangan," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Syamsu Alam menjelaskan, proposal pengajuan telah dibahas bersama dengan The National Iranian South Oil Company ( NISOC) selaku pihak memiliki lapangan ladang minyak tersebut.

Syamsu menjelankan Menko Perekonomian, Darmin Nasution yang bakal mengajukan proposal secara langsung ke sana.

"Kan kemarin saya sudah bilang, tanggal 11 kita sudah diskusi sama NIOC, sudah oke. Hari minggu kita akan diskusi dengan NIOC, kalau oke, mudah-mudahan tidak ada yang krusial. Habis itu Pak Menko ke Iran, rencana nya nanti beliau yang menyampaikan. (Ke Iran) tanggal 25 kalau tidak salah, pas Pak Menko ke sana. (pengajuannya) Tanggal 26 lah," kata dia.

Baca juga: Bidik 2 Ladang Minyak di Iran, Pertamina Siap Kirim Proposal

Sebelumnya Pertamina dan NIOC menandatangani kerja sama studi pendahuluan terhadap 2 ladang minyak raksasa di Iran, Ab-Teymour dan Mansouri di Iran. Kedua ladang minyak inilah yang ditawarkan NIOC kepada Pertamina.

Pertamina memiliki waktu 6 bulan atau sampai akhir Februari 2017 untuk menyiapkan proposal dalam menggarap ladang minyak Ab-Teymour dan Mansouri di Iran. Keduanya merupakan ladang minyak 'raksasa' dengan cadangan 5 miliar barel. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads