Rapat dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno dan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar. Selain dua menteri itu, hadir pula beberapa pejabat negara lainnya seperti, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, serta Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam.
Usai rapat, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, menjelaskan soal apa saja yang dibahas dalam rapat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: RI Jajaki Impor Gas Hingga Investasi Kilang Minyak dengan Iran
Arcandra mengatakan, Indonesia akan menjajaki kerja sama dengan Iran di sektor energi, mulai dari gas hingga kilang minyak. Untuk pertamina, kata dia, rencananya akan menggarap dua ladang minyak di Iran.
"Di bidang energi termasuk Pertamina yang akan berinvestasi di sana, kemudian PLN, energi mungkin itu. Impor gas, ada kemungkinan juga LNG. Hulunya otomatis di dua lapangan di sana. Pertamina mau masuk di dua lapangan," jelas dia.
Pada kesempatan yang sama, Syamsu Alam menjelaskan, proposal pengajuan telah dibahas bersama dengan The National Iranian South Oil Company ( NISOC) selaku pihak memiliki lapangan ladang minyak tersebut.
Syamsu menjelankan Menko Perekonomian, Darmin Nasution yang bakal mengajukan proposal secara langsung ke sana.
"Kan kemarin saya sudah bilang, tanggal 11 kita sudah diskusi sama NIOC, sudah oke. Hari minggu kita akan diskusi dengan NIOC, kalau oke, mudah-mudahan tidak ada yang krusial. Habis itu Pak Menko ke Iran, rencana nya nanti beliau yang menyampaikan. (Ke Iran) tanggal 25 kalau tidak salah, pas Pak Menko ke sana. (pengajuannya) Tanggal 26 lah," kata dia.
Baca juga: Bidik 2 Ladang Minyak di Iran, Pertamina Siap Kirim Proposal
Sebelumnya Pertamina dan NIOC menandatangani kerja sama studi pendahuluan terhadap 2 ladang minyak raksasa di Iran, Ab-Teymour dan Mansouri di Iran. Kedua ladang minyak inilah yang ditawarkan NIOC kepada Pertamina.
Pertamina memiliki waktu 6 bulan atau sampai akhir Februari 2017 untuk menyiapkan proposal dalam menggarap ladang minyak Ab-Teymour dan Mansouri di Iran. Keduanya merupakan ladang minyak 'raksasa' dengan cadangan 5 miliar barel. (hns/hns)











































