Bangun Gardu Induk di Tambun, PLN Gelontorkan Rp 1 Triliun

Bangun Gardu Induk di Tambun, PLN Gelontorkan Rp 1 Triliun

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 03 Mar 2017 13:34 WIB
Bangun Gardu Induk di Tambun, PLN Gelontorkan Rp 1 Triliun
Foto: Yulida Medistiara
Bekasi - PT PLN (persero) membangun fasilitas kelistrikan berupa pembangunan gardu induk atau Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Tambun dan GIS (Gas Insulated Substation) 150 kV Tambun II Incomer hari ini. Untuk membangun proyek tersebut, PLN menginvestasikan Rp 1 triliun.

"Investasi total kira-kira hampir Rp 1 triliun, untuk gardu induk dan sambungan Rp 850 miliar dan pembebasan tanahnya kira-kira Rp 150 milar," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, di kelurahan Bojong Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/3/2017).

Sumber dana untuk proyek tersebut berasal dari internal PLN. Sebanyak Rp 850 miliar digunakan untuk pembangunan proyek sekaligus infrastrukturnya. Lalu Rp 150 miliar untuk pembebasan lahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana Rp 150 miliar ini telah digunakan untuk membebaskan lahan di lokasi yang sebelumnya merupakan pemukiman warga. Dana tersebut juga digunakan untuk membebaskan sebagian ruang kelas sebuah sekolah kejuruan di sekitar.

"SMK 8 ada penggantian lahan dan pindah kita membangunkan lokasi. Lokasimya sudah disepakati dengan Walikota hanya 3 kelas," ujar Murtaqi.

Pembangunan proyek ini menggunakan kontraktor dari PT Siemens Indonesia dan PT Twink Indonesia. Ia menyebut keduanya merupakan pemasok teknologi yang digunakan PLN untuk membangun GISTET ini.

"Mereka adalah kontraktornya konsorsium PT Twink Indonesia dan PT Siemens Indonesia. Mereka suplai teknologi, suplai GIS, suplai peralatan-peralatan proteksi, switch gear, baja yang akan datang September," ucapnya.

Ia mengatakan, keunggulan penggunaan teknologi ini untuk memghemat penggunaan lahan yang sulit dibebaskan di wilayah perkotaan. Serta untuk menghemat biaya pembebasan lahan.

"Dengan adanya ini bisa menghemat lahan yang dibutuhkan. Kan kita tahu lahan di perkotaan yang seperti ini kan sudah sulit ya untuk mendapatkan lahannya. Dengan adanya ini lebih efisien dan terpercaya, lebih efisien dari sisi penggunaan tanah dan lebih handal dari teknologinya," tukasnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP JBB, Robert Aprianto Purba mengatakan tadinya area yang dibangun sebelumnya ditinggali 124 tempat tinggal. Saat ini sisa 9 kepala keluarga yang dalam proses penyelesaian administrasi.

"Setelah kita sosialisasi dibantu oleh BPN kota Bekasi maka masih ada 9 lagi warga kita yang sudah dalam proses melengkapi berkas-berkas. Harganya sudah sepakat tinggal administrasi saja," kata Robert. (mca/mca)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads