Ini Alasan Pekerja Pertamina Segel Kantor Arcandra 2 Hari Lalu

ADVERTISEMENT

Ini Alasan Pekerja Pertamina Segel Kantor Arcandra 2 Hari Lalu

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 03 Mar 2017 17:40 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pada 1 Maret 2017 lalu, ruang kerja Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Kantor Pusat Pertamina disegel oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Seperti diketahui, Arcandra adalah Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Selain ruangan Arcandra, FSPPB juga menyegel ruang kerja Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, dan Komisaris Pertamina Edwin Hidayat Abdullah.

Penyegelan tersebut berakhir setelah Dewan Komisaris Pertamina sepakat akan mengadakan dialog dengan para pekerja.

Baca juga: Ini Kantor Arcandra di Pertamina yang Disegel 2 Hari Lalu

FSPPB menyegel ruangan para komisaris Pertamina terkait kisruh yang berujung pada pencopotan Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, dan Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang, pada Februari lalu.

Jajaran komisaris dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kisruh tersebut. Sebab, jabatan Wakil Direktur Utama merupakan usulan dari Dewan Komisaris. Akibatnya ada 'matahari kembar' di tubuh Pertamina.

Baca juga: Sempat Disegel, Kantor Arcandra di Pertamina Sudah Dibuka Lagi

Dalam dialog dengan jajaran komisaris, para pekerja Pertamina akan mengklarifikasi hal ini.

"Yang akan diklarifikasi adalah perihal gonjang-ganjing pencopotan direksi, organisasi direksi kemarin yang dianggap sumber masalah, dan siapa yang diusung jadi Dirut baru," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas, Faisal Yusra, melalui pesan singkat kepada detikFinance, Jumat (3/3/2017).

Menurut Faisal, pencopotan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang dari jabatan Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama Pertamina pada Februari lalu penuh kejanggalan. Begitu juga dengan pencopotan direksi-direksi sebelumnya.

Baca juga: Rini Blak-blakan Soal Pencopotan Dirut dan Wadirut Pertamina

Para elite diminta tidak menjadikan Pertamina sebagai sapi perah atau mesin uang, memanfaatkan Pertamina untuk kepentingan pribadi.

"Aneh sekali dalam 14 tahun berganti 7 rezim direksi. Aroma konspirasi dan bancakan pasti jadi dugaan. Jangan permainkan Pertamina lagi. Pekerja Pertamina bisa bereaksi kalau Pertamina diobok-obok terus," tegasnya. (mca/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT