Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Ahmad Wijaya mengatakan, investasi tersebut menjadi obat kerinduan para pelaku industri di Indonesia akan adanya investasi di sektor hulu. Sebab hal itulah yang dibutuhkan para pelaku industri khususnya di sektor hilir dan antara.
"Kedatangan Raja mengobati kerinduan investasi di industri hulu. Sebab begitu ada investasi refinery itu kerinduan. 10 tahun saja kita sudah sungguh-sungguh merindukan investasi di hulu," tuturnya dalam acara Energi Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (5/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kilang Cilacap nantinya akan dimodifikasi sehingga menjadi kilang minyak yang modern. Kapasitasnya akan naik dari 348 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 ribu bph.
Ahmad berharap, agar pemerintah dan Pertamina bisa benar-benar memaksimalkan peluang untuk menarik investasi Arab Saudi ke sektor lainnya. Sebab Saudi Aramco tertarik di kilang Cilacap lantaran kilang tersebut mampu mengolah minyak dengan kualitas yang kurang baik lantaran kandungan sulfurnya tinggi
"Nah hal ini perlu dikaji ulang. Artinya jangan semata-mata hanya karena itu. Arab Saudi itu temausk investor yang sangat kecil di Indonesia, nah kesempatan ini harapan besar untuk kita. Tapi benar-benar banyak dolar yang masuk ke kita," pungkasnya. (mkj/mkj)











































