Investasi Arab Saudi di Kilang Minyak Obati Kerinduan Pengusaha

Investasi Arab Saudi di Kilang Minyak Obati Kerinduan Pengusaha

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 05 Mar 2017 16:11 WIB
Investasi Arab Saudi di Kilang Minyak Obati Kerinduan Pengusaha
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud membawa investasi ke Indonesia. Salah satunya terkait modifikasi kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang Cilacap yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco.

Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Ahmad Wijaya mengatakan, investasi tersebut menjadi obat kerinduan para pelaku industri di Indonesia akan adanya investasi di sektor hulu. Sebab hal itulah yang dibutuhkan para pelaku industri khususnya di sektor hilir dan antara.

"Kedatangan Raja mengobati kerinduan investasi di industri hulu. Sebab begitu ada investasi refinery itu kerinduan. 10 tahun saja kita sudah sungguh-sungguh merindukan investasi di hulu," tuturnya dalam acara Energi Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investasi antara Pertamina dan BUMN perminyakan Arab Saudi itu sebrnarnya bukan barang baru. Mereka sudah sepakat membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) untuk proyek RDMP Cilacap sejak 22 Desember 2016 yang lalu. Nilai investasinya diperkirakan sekitar US$ 5,5-6 miliar

Kilang Cilacap nantinya akan dimodifikasi sehingga menjadi kilang minyak yang modern. Kapasitasnya akan naik dari 348 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 ribu bph.

Ahmad berharap, agar pemerintah dan Pertamina bisa benar-benar memaksimalkan peluang untuk menarik investasi Arab Saudi ke sektor lainnya. Sebab Saudi Aramco tertarik di kilang Cilacap lantaran kilang tersebut mampu mengolah minyak dengan kualitas yang kurang baik lantaran kandungan sulfurnya tinggi

"Nah hal ini perlu dikaji ulang. Artinya jangan semata-mata hanya karena itu. Arab Saudi itu temausk investor yang sangat kecil di Indonesia, nah kesempatan ini harapan besar untuk kita. Tapi benar-benar banyak dolar yang masuk ke kita," pungkasnya. (mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads