Follow detikFinance
Kamis 09 Mar 2017, 18:05 WIB

Freeport: Operasi Tambang Kami Tak Merusak Lingkungan

Michael Agustinus - detikFinance
Freeport: Operasi Tambang Kami Tak Merusak Lingkungan Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari
Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan bahwa kegiatan pertambangan di Papua sudah memenuhi standar-standar yang ditetapkan dalam Undang-Undang dan peraturan terkait perlindungan lingkungan hidup.

Sesuai Pasal 26 Kontrak Karya (KK) yang ditandatangani bersama pemerintah pada 1991, PTFI harus menghindari dampak-dampak negatif kegiatan pertambangan terhadap tanah, air, udara, sumber daya biologis dan pemukiman penduduk.

VP Corporate Communication PTFI, Riza Pratama, mengungkapkan bahwa kegiatan perusahaannya sudah diaudit oleh berbagai pihak setiap tahun, termasuk oleh pemerintah. Berdasarkan hasil audit, kegiatan Freeport dinyatakan telah memenuhi standar lingkungan.

"Kita selalu berpegang pada KK dari segi lingkungan. Kita diaudit internasional, nasional, dan pemerintah. Tidak ada audit yang menyatakan melanggar," kata Riza saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Baca juga: Ke ESDM, Perwakilan 2 Suku di Papua Ungkap Dampak Tambang Freeport

Ia menambahkan, perusahaan induk PTFI, yakni Freeport McMoRan Inc (FCX), adalah perusahaan terbuka yang tercatat di bursa saham New York (New York Stock Exchange/NYSE).

Sebagai perusahaan terbuka, tentu FCX diawasi ketat. Kalau terbukti melakukan perusakan lingkungan, konsekuensinya sangat berat. Reputasi perusahaan bakal hancur dan FCX bisa ditendang dari NYSE.

Karena itulah, PTFI harus benar-benar memperhatikan kelestarian lingkungan. "Kita perusahaan terbuka, sangat ketat pengawasannya. Kalau kita terbukti melanggar, bisa di-delisted. Reputasi perusahaan bisa sangat terganggu," ucapnya.

Sebelumnya, pada Rabu (8/3/2017) kemarin, perwakilan dari Suku Kamoro dan Suku Amungme menyambangi Kantor Kementerian ESDM di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, perwakilan Suku Amungme dan Kamoro menyatakan bahwa aktivitas pertambangan Freeport mencemari lingkungan dan berdampak pada kehidupan mereka.

"Kami ini korban permanen. PTFI buang limbah tambang itu sembarangan saja tanpa harus buat tempat penampungan. Dialirkan saja ke sungai, di sana ada ikan dan lain-lain," tutur Masterius Tomoka, salah satu perwakilan Suku Kamoro. (mca/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed