Pemilik mobil pribadi memang harus mengeluarkan uang Rp 26 juta untuk memasang konverter kit supaya mobilnya bisa menggunakan BBG. Tapi menurut Arcandra, biaya itu tak seberapa dibanding manfaatnya.
Dalam sebulan, pengguna BBG bisa memperoleh penghematan Rp 3 juta. Dalam 9 bulan, efisiensi yang diperoleh sudah sebanding dengan biaya pemasangan konverter kit. Setelah itu efisiensinya makin besar lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lebih efisien, gas bumi juga tergolong sebagai energi yang ramah lingkungan. Tidak menimbulkan banyak polusi seperti BBM. "Dari segi lingkungan, gas lebih ramah lingkungan. Kita komitmen, sudah tanda tangan di COP 21, mengurangi emisi gas buang," paparnya.
Bagi negara, makin banyak yang beralih ke BBG akan meringankan beban anggaran. Subsidi BBM dapat dikurangi bila kendaraan-kendaraan umum dan kendaraan pribadi menggunakan BBG.
"Jumlah transportasi kita tumbuh 13% per tahun, kalau BBM semua berapa banyak subsidinya dan lain-lain?" ucapnya.
Karena itu, Kementerian ESDM terus mendorong pemanfaatan gas di sektor transportasi. Salah satu caranya dengan memasang konverter kit di kendaraan-kendaraan dinas pemerintah. Diharapkan masyarakat tertarik menggunakan BBG juga.
"Kita mendorong instansi-instansi pemerintah yang punya kendaraan untuk mengkonversi menjadi BBG. Dalam anggaran kita di APBN pun kita sediakan dana untuk free konverter kit. Nilainya 1 konverter kit bisa Rp 23 juta. Semoga nanti yang menggunakan bisa mengetahui manfaatnya," ujarnya.
Arcandra mengajak semua kementerian terkait untuk turut mensukseskan program konversi BBM ke BBG. Misalnya Kemenperin mendorong industri otomotif di dalam negeri memproduksi mobil berbahan bakar gas, Kemendagri mewajibkan pemda-pemda yang daerahnya sudah punya infrastruktur gas untuk memakai mobil BBG, dan sebagainya.
"Semua kementerian harus ikut berpartisipasi sesuai tupoksi masing-masing untuk mensukseskan konversi BBM ke BBG," tutupnya. (mca/mkj)











































