Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, mengatakan PLN tengah mengurangi pemakaian pembangkit berstatus sewa dengan tenaga diesel, dan menggantinya dengan pembangkit lain yang biaya produksinya lebih murah.
Untuk mengalirkan listrik dari pembangkit yang biaya produksinya lebih murah, ke pelanggan yang sebelumnya mendapat pasokan listrik dari pembangkit sewa, PLN membangun infrastruktur kelistrikan berupa jaringan transmisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Made mengatakan, langkah tersebut merupakan salah cara untuk mengurangi biaya produksi listrik, hingga bisa menurunkan tarif listrik. Made menuturkan, harga listrik dari pembangkit sewa berkisar Rp 1.000/kWh, sementara listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sekitar Rp 900/kWh.
"Jauh cost-nya, jadi ini bisa menekan menyewa diesel," kata Made.
Lebih lanjut Made mengatakan, transmisi sangat membantu PLN untuk dapat melakukan efisiensi dan mendukung program kelistrikan 35 ribu Megawatt (MW). Maka dari itu, saat ini PLN tengah berjuang untuk melakukan pembangunan transmisi.
"Maka itu, dukungan transmisi sangat berperan bagaimana mengevakuasi ekses power dari satu tempat ke tempat lain, harga pokok produksinya juga murah," tukas Made. (dna/dna)











































