Jurus Jonan Bikin Listrik Murah di RI

Jurus Jonan Bikin Listrik Murah di RI

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 11 Apr 2017 12:24 WIB
Jurus Jonan Bikin Listrik Murah di RI
Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Sektor energi merupakan salah satu penyokong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Namun, jika tarif listrik terus naik dari waktu ke waktu, maka sektor energi Indonesia tidak akan kompetitif, baik untuk regional maupun global.

Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, dalam acara Indonesia Energy Conference di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Saat ini, kata Jonan, pemerintah melalui Kementerian ESDM terus berupaya mendorong biaya produksi listrik supaya bisa lebih efisien, melalui PT PLN (Persero).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah meluncurkan sejumlah inovasi, di antaranya mendorong kerja sama PLN dengan IPP (Independent Power Producer), mereka harus membangun PLTU mulut tambang atau PLTG kepala sumur (well head) yang dekat dengan sumber batu bara dan gas, jadi biayanya lebih murah," kata Jonan.

Dengan pembangunan PLTU mulut tambang, atau dekat sumber batu bara, dapat menekan biaya logistik sehingga biaya produksi juga menjadi lebih rendah. Sama halnya dengan pembangunan PLTG kepala sumur, di mana pembangkit dibangun dekat dengan sumber gas, sehingga tidak memerlukan pembangunan infrastruktur pipa yang banyak.

Jonan juga mengatakan, sumber daya energi di sektor batu bara dalam negeri cukup besar. Saat ini, Indonesia baru memanfaatkan sekitar 20% energi batu bara yang ada, sementara sisanya banyak diekspor.

"Saat ini China memproduksi 3 miliar ton batu bara dan konsumsi lokal mereka lebih dari itu, sekitar 3,5-3,6 miliar ton per tahun. Jika China diperbolehkan untuk meningkatkan produksi mereka, semua produsen batu bara akan terkena dampaknya. Sementara konsumsi lokal (Indonesia) hanya 20% dari produksi batu bara Indonesia. Sehingga artinya 320 juta ton akan diekspor," terang Jonan.

Jonan menilai, konsumsi lokal bisa didorong dengan cara memperbanyak pembangunan PLTU mulut tambang. Hal ini sejalan dengan target pemanfaatan batubara untuk sektor kelistrikan pada 2025 yang mencapai 50,4% dari total energi nasional.

Adapun terkait bauran energi, pada 2025 pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi baru terbarukan (EBT) ditargetkan pemerintah sebesar 22,6% atau naik dari target sebelumnya sebesar 19,6%. Sementara batu bara ditargetkan 50,4%, gas 26,6% dan BBM sebanyak 0,4%.

"Jadi jika Anda bertanya kepada saya tentang energi terbarukan, adalah bahwa pada tahun 2025 komitmen untuk bauran energi adalah 50% batu bara, 26% didukung oleh gas dan sisanya oleh energi terbarukan," tuturnya. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads